Membangun Komunikasi Keluarga, Wajib Makan Bersama

Hj Hindun, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan

145
MANTAP DI JALUR POLITIK: Hj Hindun di ruang kerjanya, DPRD Kabupaten Pekalongan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MANTAP DI JALUR POLITIK: Hj Hindun di ruang kerjanya, DPRD Kabupaten Pekalongan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Meski bagaimana pun, saya tetap seorang perempuan dan seorang ibu yang mempunyai tanggung jawab besar dalam sebuah keluarga.

RADARSEMARANG.COM – Di balik moncernya karier politik Hj HIndun, ia tetaplah seorang perempuan. Seorang suami, juga seorang ibu bagi keempat anaknya. Karena itu, di tengah kesibukannya menjadi Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, perempuan bersahaja ini tetap mengutamakan komunikasi dan kebersamaan dengan keluarga.

HAJJAH Hindun mengakui, waktunya tidak banyak untuk selalu bisa bersama suami dan empat anaknya. Sang suami, H. Imronudin, berdinas di Kementerian Departemen Agama Kabupaten Pekalongan. Berangkat kerja pagi, pulang sore hari. Sedangkan keempat anaknya, menempuh pendidikan di luar kota.

Sulung Zidna Akamala Dewi, 22, tengah menyelesaikan S2-nya di UGM Jogjakarta. Sedangkan putri keduanya, Rosalia Kusuma Dewi, masih berkuliah di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) semester 7, jurusan Fakultas Kedokteran. Putri ketiga Hj Hindun, Adila Nahdiana Dewi, masih berstatus pelajar SMA Negeri 1 Kota Pekalongan (kelas XI). Meski bersekolah di Kota Pekalongan, namun Adila harus menetap di Pondok Pesantren di kota yang sama. Nah, si bontot, Sabzidan Tamama, bersekolah di sebuah tsanawiyah di Pati.

Meski tidak selalu bertemu dan bersama, toh komunikasi tetap terjalin. Sesibuk apapun, anak-anaknya tetap memberikan kabar. Dengan begitu, jalinan kekeluargaan tetap erat terjaga. “Kalau pas kumpul bersama, makan bersama di rumah merupakan agenda wajib. Utamanya, saat sarapan sebelum semua anggota keluarga melakukan kegiatan masing-masing,” tutur Hj.Hindun yang menempati rumah di Desa Karangjati, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan.

Hj. Hindun bersyukur, kariernya sebagai wakil rakyat di DPRD Kabupaten Pekalongan sejak 2004 hingga sekarang, mendapat dukungan penuh dan pengertian yang luar biasa dari keluarga besarnya. Karena itu, ia merasa nyaman untuk berkarier di jalur politik hingga menduduki jabatan sebagai Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, periode 2014 – 20019.

“Tanpa dukungan dan pengertian dari keluarga—terutama anak-anak dan suami— saya tidak mungkin bisa berkarier seperti ini. Meski bagaimana pun, saya tetap seorang perempuan dan seorang ibu yang mempunyai tanggung jawab besar dalam sebuah keluarga,” kata Hj. Hindun.

Hindun bercerita, semua anaknya, selepas i SD, wajib mondok di pesantren, baik di Kabupaten Pekalongan maupun luar kota. Hal itu dilakukan untuk memperkuat dasar pendidikan agama, serta agar si anak belajar mandiri. “Mereka harus mendiri sejak dini. Khususnya untuk pendidikan agama, harus ditanamkan sejak dini, yakni dengan belajar agama di pondok pesantren.” (taufik.hidayat/isk)

Silakan beri komentar.