33 C
Semarang
Senin, 6 Juli 2020

Khawatir Punah, Lestarikan Batik Kudus

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Yuli Astuti (DOKUMEN PRIBADI)
Yuli Astuti (DOKUMEN PRIBADI)

RADARSEMARANG.COM – KEKHAWATIRAN akan punahnya Batik Kudus, memantik Yuli Astuti untuk mengangkat kembali warisan budaya ini. Riset motif hingga pendirian sanggar untuk memfasilitasi anak-anak muda dalam belajar membatik pun dilakukan.

“Batik Kudus ini sebelumnya sempat jaya, namun sekitar tahun 2005 lalu perajinnya semakin minim dan tinggal yang usia lanjut. Kalau tidak ada regenerasi bisa punah dan itu sayang sekali,” ujar pemilik Muria Batik ini.

Saya lantas berdiskusi dengan sejumlah pihak yang tertarik untuk meneruskan Batik Kudus. Sejumlah penelitian terkait corak-corak Batik Kudus pun saya lakukan. Sejarah dan kearifan lokal kembali digali. “Dalam proses, saya sisipi kearifan lokal di dalamnya. Sehingga ciri khas Kudus juga tetap menonjol,” ujarnya.

Namun demikian, tantangan tetap ada. Khususnya dari segi Sumber Daya Manusia (SDM). Awal merintis, diakui Yuli, tak mudah mencari anak-anak muda yang mau menggeluti seni membatik. Sebagian besar memilih ke sektor industri dan lainnya.

“Butuh perjuangan keras agar ada regenerasi, agar anak-anak muda juga mau terjun ke sektor ini. Karena itu, saya juga membangun sanggar, tujuannya untuk tempat belajar mulai dari anak-anak hingga dewasa. Harapannya kalau sejak dini sudah dikenalkan, siapa tahu ke depan mereka mau menggeluti bidang ini,” ujarnya.

Selain itu, Yuli juga aktif mempopulerkan Batik Kudus, tak hanya di dalam tapi juga luar negeri. Di antaranya melalui website, sosial media dan rajin mengikuti pameran. “Selain memproduksi, saya juga mendesain batik menjadi busana siap pakai. Hasilnya ditampilkan dalam fashion show maupun pameran di dalam dan luar negeri,” ujarnya. (dna/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Belum Punya IMB, Diler Disegel

MAGELANG – Aktivitas pembangunan diler Astra Motor di Kedungsari, Magelang Utara terpaksa dihentikan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Magelang, Sabtu (17/6) lalu....

Ditunda Lagi, Forum Panitia Desa Geram

DEMAK- Sejumlah orang yang mengatasnamakan Forum Komunikasi Panitia Pengisian Perangkat Desa Kecamatan Mranggen kemarin mendatangi Pendopo Kabupaten Demak, di Jalan Kiai Singkil, Kota Demak....

Ciptakan Hunian yang Nyaman, Aman dan Asri

PT Alimdo Ampuh Abadi adalah pengembang yang berdiri sejak tahun 1990. Sudah 27 tahun developer ini berdiri dan telah mengembangkan perumahan di beberapa kota...

Fokus Budidayakan Padi Organik

TUNTANG – Desa Asinan, Kecamatan Tuntang, dorong masyarakat untuk menghasilkan padi organik. Bukan tanpa sebab, padi organik dinilai dapat memberikan manfaat kepada orang yang...

Tekan Bullying Lewat Film Horor

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Tema film bullying yang masih banyak ditemukan di sekolah coba diangkat oleh sutradara Amar Mukhi melalui film Aib#Cyberbully. Mengusung genre psikologi...

Optimalkan Potensi Kota Lama

SEMARANG - Revitalisasi Kota Lama oleh Pemerintah Kota Semarang, dioptimalkan oleh pelaku usaha untuk mengembangkannya kedunia bisnis. Salah satunya adalah operator hotel yakni Horison...