RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO – Pemerintah Kabupaten Wonosobo mengambil langkah tegas demi menjaga kondusivitas bulan Ramadan yang tak lama lagi tiba. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Wonosobo Haryono menerangkan, bentuk langkah tegas tersebut salah satunya dengan melarang seluruh usaha karaoke untuk beroperasi sepanjang bulan suci Ramadan.

“Kami sudah mengirimkan Surat Edaran (SE) bernomor 303/27/2018 ke semua pemilik usaha karaoke di Wonosobo, yang di dalamnya memuat imbauan agar para pemilik usaha karaoke tidak beroperasi selama bulan Ramadan nanti,” terang Haryono, Jumat (20/4).

Upaya itu, dikatakannya, juga menjadi bagian dari penegakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2017 tentang Usaha Hiburan dan Karaoke. Dalam perda tersebut diatur mengenai waktu operasional harian, serta larangan yang harus dipatuhi. Selain harus memiliki izin operasional, sebuah usaha hiburan dan karaoke juga tidak diperbolehkan beroperasi pada bulan suci Ramadan maupun pada saat hari besar keagamaan. “Hal itu juga kami tegaskan dalam surat yang sudah dikirim ke setiap pemilik usaha hiburan dan karaoke,” tambah Haryono.

Bagi pemilik usaha yang tidak mematuhi imbauan tersebut, Satpol PP bersama Tim Penegakan Perda yang meliput unsur Kodim 0707, Polres, Dinas Perizinan Terpadu, Dinas Kominfo serta Bagian Hukum Setda akan menindak secara tegas, yaitu menutupnya.

Tindakan tegas diambil, menurut Haryono, bukan sebagai bentuk hukuman, melainkan sebagai upaya menyadarkan perihal kepatuhan terhadap Peraturan Daerah (Perda). “Yang ingin kami tegaskan, bahwa tim Penegak Perda tidak memberikan hukuman kepada perorangan maupun badan usaha, melainkan mengedepankan upaya persuasif untuk menggugah kesadaran masyarakat,” tandasnya.

Para pemilik usaha hiburan juga wajib patuh terhadap adanya larangan untuk memperjualbelikan minuman keras, narkoba serta tidak menyediakan pemandu lagu (PL) di tempat karaoke. Larangan ini demi menghindari efek negatif yang dapat mengganggu ketertiban dan keamanan lingkungan. (ali/ton)