Emansipasi Polwan Polres Batang

323
LEBIH MENGENA: Anggota Polwan Satlantas Polres Batang saat sosialisasi program ke masyarakat. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LEBIH MENGENA: Anggota Polwan Satlantas Polres Batang saat sosialisasi program ke masyarakat. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GENERASI PENERUS: Polwan Satlantas Polres Batang mengenalkan peraturan lalu lintas sejak dini kepada anak-anak TK. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GENERASI PENERUS: Polwan Satlantas Polres Batang mengenalkan peraturan lalu lintas sejak dini kepada anak-anak TK. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM – Emansipasi bagi seorang Polisi Wanita (Polwan), merupakan hal yang sudah jamak sejak korps ini berdiri pada 1 September 1948 silam. Hal ini juga yang tercermin di Markas Polisi Resort (Mapolres) Batang, bagaimana peran para Polwannya dalam mendukung Polri di masyarakat.

“SAYA mengamati, melihat sejarah Polwan berdiri karena memang perempuan diperlukan dalam penegakan hukum. Karena para pelaku kejahatan tidak hanya pria, perempuan juga,” ucap Kepala Bagian Sumber Daya (Kabag Sumda) Polres Batang, Kompol Hundarto.

Sejak lama, Polwan diperlakukan seperti apa yang diperjuangkan Kartini. Karena di institusi Polri, sudah menganut persamaan gender. Polisi laki-laki dan perempuan, diperlakukan sama. Hanya dibedakan jenis penugasan, sesuai peran masing-masing. “Seperti tugas, hampir semua sama, dari pelayanan hingga pengamanan masyarakat, Polwan dilibatkan, meski berbeda peran,” ucap Hundarto.

Secara umum keberadaan Polwan sangat bermanfaat bagi lembaga seperti Polri. Kata Hundarto, selama dirinya menjabat sebagai Kabag Sumda di Polres Batang, para Polwan-nya punya banyak penugasan penting. Di antaranya, kasus-kasus yang butuh sentuhan perempuan, seperti Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), kenakalan remaja, dan sejenisnya. Juga di bidang lalu lintas, Polwan lebih luwes dan tegas.

Dalam upaya penertiban sebuah masalah seperti unjuk rasa, Polwan lebih soft. Mudah menaklukkan hati para pendemo yang keras kepala, dengan kelembutan perasaan perempuan, sesuai kodratnya. “Dari tiga jenis aktivitas Polisi itu, ternyata peran Polwan luar biasa di Polri.”

Hal itu sesuai peran Polri dalam melakukan tindakan pengamanan di masyarakat. Yakni, preventif, preemtif dan persuasif, sebelum dilakukan represif. Karena sudah menjadi rahasia umum, jika pelaku pelanggar hukum yang menangani perempuan, jauh lebih luwes dibanding polisi pria.

Polwan juga memiliki sifat tekun, teliti, dan tidak berperilaku anarkistis dan antagonis. Dan yang luar biasa, Polwan berperan ganda. Selain sebagai penegak hukum, juga ibu, dan pengurus rumah tangga yang baik.

“Polwan Polres Batang itu luar biasa, mereka selain berperan bagi Polres, juga bagi kelaurganya. Yang lebih membanggakan, mereka saya anggap 0 persen pelanggaran dan penyimpangan,” ucap Hundarto.

Penilaian tersebut tidak asal-asalan. Ia sendiri yang memantau seluruh anggota Polwan di lingkungan Polres Batang. Mulai intens berkomunikasi hingga memantau tugas-tugas mereka di Polres maupun aktivitas luar kedinasan. Karena sebagai pimpinan, ia juga harus tahu perilaku dan tabiat Polwan selama bertugas. “Saya tidak bisa membayangkan institusi Polri, jika tidak ada Polwan. Karena kejahatan apapun, pasti ada perempuan dan punya andil dalam penegakannya.”

Kapolres Batang AKBP Edi S. Sinulingga, SIK menambahkan, seiring perkembangan zaman, peran dan fungsi Polwan dituntut mampu mengemban tugas-tugas kepolisian dan membangun sebagai anggota Polri yang profesional, modern, dan terpercaya (Promoter).

Karenanya, Polwan diminta terus mengasah dan melatih terus kemampuan yang dapat menunjang pelaksanaan tugas sesuai peran masing-masing. “Saya berharap, Polwan bisa lebih dinamis. Bukan hanya sebagai pelengkap saja, karena Polwan juga bisa berkarya dan berkarier lebih tinggi, seperti polisi laki-laki. Sehingga dapat sukses untuk menggapai mimpi-mimpinya,” pesan Kapolres.

Insan Polwan tidak hanya dituntut profesional sebagai anggota Polri, tapi juga punya peran ganda yang tidak boleh diabaikan. Yaitu, sebagai insan yang memiliki keluarga, sebagai isteri dan sebagai ibu, yang harus berjalan sinergi satu sama lain.

“Saya berharap para Polwan tidak melupakan tugasnya di rumah, melayani suami dan mendidik anak. Jadi, ada keseimbangan dalam menjalankan peran sebagai ibu dan istri di rumah, dengan kewajiban melaksanakan tugas-tugas negara sebagai anggota Polri,” pungkas Kapolres. (hanafi/isk)