Dukung Karier Suami, Majukan Organisasi

343
NURCHAMMIM / JAWAPOS RADAR SEMARANG KREATIF : Menjadi ketua Persatuan Wanita Patra Pertamina MOR IV Jateng dan DIJ, Asti Yulianita terus meningkatkan potensi.
Asti Yulianita (NURCHAMMIM / JAWAPOS RADAR SEMARANG)
Asti Yulianita (NURCHAMMIM / JAWAPOS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM – KIPRAH seorang wanita tak melulu di dunia kerja. Karya dan sumbangsih yang tak kalah besar juga dapat hadir dari seorang ibu rumah tangga. Termasuk dukungan penuh pada pasangan dalam meniti karier. Sebagaimana yang dirasakan Ketua Persatuan Wanita Patra Pertamina MOR IV Jateng dan DIJ, Asti Yulianita.

“Sebelum menikah, saya sempat bekerja sebagai pegawai bank. Namun setelah menikah, keluarga membutuhkan perhatian lebih besar, begitu juga suami yang dinas berpindah-pindah. Akhirnya saya memutuskan untuk mundur dari pekerjaan,” ujar Asti.

Tugas utama saya, lanjut Asti, memastikan segala hal yang terkait rumah tangga teratasi dengan baik. Dengan demikian, suami dapat dengan tenang dalam mengemban tugas tanpa terbebani permasalahan rumah tangga.

“Bapak dinas berpindah-pindah dan mobilitas juga tinggi. Saya harus mendampingi tanpa mengesampingkan urusan anak-anak serta organisasi juga. Kuncinya, pandai-pandai membagi waktu,” ujar istri General Manager (GM) Pertamina MOR IV, Yanuar Budi Hartanto.

Selain mendampingi suami, Asti juga mengambil bagian dalam memajukan organisasi Persatuan Wanita Patra Pertamina MOR IV Jateng & DIJ. Tak ingin dipandang sebelah mata, alumnus Perbanas ini menggandeng para anggota untuk bergerak bersama.

“Kami memiliki sejumlah kegiatan sosial, tapi kami juga tidak ingin kegiatan tersebut dibiayai oleh perusahaan. Karena itu, kami membangun usaha bersama. Kebetulan saya dulu juga sempat usaha katering, sekarang saja mengajak ibu-ibu para istri pegawai Pertamina ini untuk usaha bersama mengelola katering, kantin dan beberapa usaha lain,” ujar ibu dari tiga orang putra ini.

Dari hasil usaha tersebut, lanjutnya, pihaknya bisa melakukan berbagai kegiatan sosial. Mulai dari memberikan santunan, tadarusan, lomba make up dan berbagai kegiatan positif lainnya. “Jadi kalau ada yang berpandangan bahwa para ibu ini kalau kumpul hanya ngerumpi haha hihi, sebetulnya tidak. Kami juga membangun usaha untuk mendanai kegiatan-kegiatan yang positif juga,” ujarnya.

Namun demikian, tantangan juga tetap ditemui. Salah satunya dalam merangkul dan menyatukan ratusan anggota untuk kompak dan bekerjasama memberikan kiprah positif. “Kalau sudah dalam organisasi seperti ini, prinsip saya ya kita sama, bareng-bareng, tidak usah melabeli ini istri manajer, ini istri siapa. Pokoknya ayo kita kerja bareng,” ujarnya. (dna/ida)