Bupati Mirna: Kartini adalah Perempuan yang Tak Lupa Kodratnya

520
HARMONIS: Bupati Mirna Annisa bersama suami dan buah hati mereka. (ISTIMEWA)

Kartini adalah inspirasi wanita yang paham kodratnya dan berkontribusi membangun bangsa.

Mirna Annisa
Mirna Annisa

“Kartini masa kini, bukanlah perempuan yang  unggul dari laki-laki. Melain perempuan yang sadar akan kodratnya di tengah-tengah kesibukan kariernya di zaman kesetaraan gender,” kata Bupati Kendal, Mirna Anissa.

RADARSEMARANG.COM – BUPATI Mirna mengakui, memang sulit a menjalani kodrat dengan kareir secara seimbang. Sebab, saat perempuan melangkah ke karier profesional, maka mau tidak mau, kodrat sebagai perempuan akan banyak yang terlangkahi.

Kodrat perempuan di sini, perempuan sebagai istri yang merawat dan menjaga suami, melahirkan anak, dan menjadi ibu bagi anak-anaknya. Kemudian, mendidik, merawat, dan membesarkan anak-anaknya. Menurut Mirna, Kartini adalah inspirasi wanita yang paham kodratnya dan berkontribusi membangun bangsa.

Kata Bupati Mirna, perempuan, sesuai asal katanyanya: ‘empu’, yakni orang yang ahli dalam memuliakan, mendidik, mengasuh, dan membimbing orang lain. Peran perempuan dituntut mengajarkan kasih sayang, budi pekerti yang luhur, serta kejujuran dan sebagainya.

Itulah yang menurut istri dari Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Ferry Sandy Sitepu itu, harus diperhatikan oleh perempuan sekarang, sebelum melangkah ke karier profesional. “Tantangan ini yang harus bisa ditaklukkan. Jadi, bagaimana bisa berkarier, tapi tidak lupa akan kodratnya sebagai perempuan,” tutur Mirna.

Mirna mencontohkan dirinya sendiri setelah menjabat Bupati Kendal. Dulu, sebelum menjadi bupati, Mirna mengaku hampir setiap pagi bisa membuatkan dan makan pagi bareng anak-anaknya. “Sekarang ini, paling banter sebulan sekali. Itu saja belum tentu,” kata ibu dua anak ini.

Bupati Mirna mangaku, awal-awal menjabat sebagai orang nomor wahid di Kendal, waktu bersama anak-anaknya hampir tidak ada. Sehingga tidak jarang anak-anaknya marah dan ngambek. “Ngambeknya anak-anak, karena merasa kurang diperhatikan dan tidak ditemenin,” kata perempuan yang akrab disapa Mbak Mirna itu.

Namun, akhirnya ia menyadari bahwa bagaimanapun ia adalah seorang ibu yang harus merawat, mendidik, membimbing, dan membesarkan anak. Akhirnya, sebisa mungkin Mirna harus bisa membagi waktu dengan keluarga. “Sekarang ini, di sela saya kerja saya, sempat-sempatin untuk ketemu dengan anak-anak, walaupun barang beberapa menit saja,” tuturnya.

Tapi, setidaknya dengan beberapa menit itu, dua anaknya merasakan bahwa ibunya akan selalu ada di sampingnya untuk menjaga, mendidik, membimbing, dan membesarkannya.  Dua anaknya, yakni: Kee Abyansyah Sitepu dan Calanta Rafanda Sitepu. Keduanya, akhir-akhir ini kerap menemani Mirna saat bekerja.  “Ya, kadang jika memungkinkan untuk mengajak anak saat kerja, saya ajak mereka. Kalau tidak, ya saya yang mengalah untuk menemui mereka, meski satu dua menit,”  katanya.

Intinya, lanjut Mirna, ia  harus terus menjaga komunikasi dan saling pengertian. Ketika  jauh dari keluarga, Mirna  tak lupa selalu menyapa kedua buah hatinya melalui video call. “Selalu meminta maaf kepada keduanya. Maafin bunda itu selalu. Tapi, dengan begitu lama-lama mereka jadi mengerti,” jelasnya. Mirna beruntung memiliki suami dan anak-anak yang pengertian. Suaminya,  Ferry Sandy Sitepu, tidak pernah protes. Apalagi marah, karena kurangnya waktu untuk bersama.

“Mas Ferry (sapaan kepada suaminya, Red) sangat pengertian. Dia memahami, karena kita sama-sama berkarier. Dia juga justru membantu saya memberikan pengertian kepada anak-anak.”

Meski sebagai ibu dan bupati, Mirna terhitung sukses. Terbukti, di Kendal, selama ia memimpin, banyak prestasi yang diraih. Mulai  peningkatan Pendapat Asli Daerah (PAD) Kendal yang mencapai 200 persen.  Juga pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang mulai dirasakan oleh warga Kendal.

Bahkan, di dua tahun kepemimpinannya, pada 2017, Mirna berhasil membawa Kendal meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Predikat yang selama 15 tahun tidak pernah diraih Kabupaten Kendal.

Sekarang ini, Bupati Mirna juga mulai menggerakkan ekonomi berkonsep  ekonomi kerakyatan. Konkretnya, membangun BUMDes, peningkatan UKM, dan koperasi. Selain itu, menggerakkan wisata Kendal dengan menciptakan  desa wisata, serta prestasi lainnya. Sinergitas laki-laki dan perempuan, terlihat dari kesuksesan Mirna dalam memimpin pembangunan Kendal saat ini.Dengan sosoknya yang keibuan dan  pandai bersahabat, membuat Bupati Mirna dicintai oleh bawahan maupun masyarakat Kendal. Figur ramah namun tegas ini, juga membuat komunikasi yang dirasa nyaman oleh pegawai Pemkab dan masyarakat. (budi.setiawan/isk)