Berjuang di Dewan, Menyetarakan Derajat Perempuan

271
MANTAP DI JALUR POLITIK: Hj Hindun di ruang kerjanya, DPRD Kabupaten Pekalongan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MANTAP DI JALUR POLITIK: Hj Hindun di ruang kerjanya, DPRD Kabupaten Pekalongan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM – MENJADI wakil rakyat, bagi Hj.Hindun, terinspirasi perjuangan RA. Kartini. Yakni, hidup bermanfaat bagi orang lain. Dengan menjadi wakil rakyat, terlebih menjabat sebagai Ketua DPRD, maka tujuan mulia seorang Hj Hindun, yakni bermanfaat bagi orang lain, akan lebih mudah dilakukan.

Hj Hindu bercerita, selepas kuliah di IAIN Sunan Kalijaga, Jogjakarta pada 1992, ia langsung mengajar di MTS dan MA YMI Wonopringgo. Tak hanya itu, Hj Hindun juga aktif di berbagai organisasi Islam. Di antaranya, menjabat sebagai Ketua Fatayat NU Kecamatan Wiradesa pada 1993-1998, dan 1998 – 2003. Pada 1998, Hj Hindun dipercaya menjadi Ketua Fatayat NU Cabang Peklaongan 1998- sekarang. Nah, pada 2011 hingga 2014, didaulat menjabat Ketua KNPI Kabupaten Pekalongan.

Sejak era reformasi bergulir yang memunculkan multipartai, Hindun tergerak untuk aktif di jalur poltik pada 1998. Saat itu, masih sedikit perempuan aktif di dunia politik. Maklum, ketika itu perempuan berpolitik, masih dianggap tabu. Toh, tekadnya bergabung ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sudah kuat. Karena itu, Hj Hindun mau saja ketika PKB mengajaknya bergabung.

Tahun itu pula, 1998, Hj Hindun dipercaya menjadi salah satu pengurus PAC PKB Kecamatan Wiradesa. Setelah itu, ia dipercaya menjadi pengurus DPC PKB Kabupaten Pekalongan hingga saat ini. Jabatannya sekarang adalah Wakil Ketua DPC PKB Kabupaten Pekalongan.

Pada pemilu 2004, Hj Hindun mencalonkan diri sebagai wakil rakyat untuk daerah pemilihan IV, meliputi Wiradesa, Tirto, Siwalan, dan Wonokerto. Berkat dukungan keluarga, organisasi yang digelutinya dan masyarakat luas, Hj Hindun terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Pekalongan periode 2004-2009. Pun, pada pemilu legislatif 2009. Ia kembali terpilih untuk masa bakti 2009-2014. Pada pemilu 2014 lalu, Hj Hindun kembali terpilih sebagai wakil rakyat, dan menjabat hingga 2019 sebagai Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan.

Menurut Hj Hindun, muncul image di masyarakat bahwa politik kurang pas bagi perempuan.

Namun, bagi Hindun, pria dan wanita, mempunyai kapasitas yang sama dalam rangka memberikan kontribusi terhadap bangsa dan negara. Karenanya, ia terlecut untuk untuk berjuang mensetarakan derajat perempuan. “Saya sangat terisnpirasi dengan perjuangan dan pemikiran-pemikiran Ibu Kartini. Semasa hidup, beliau berjuang untuk kepentingan orang banyak, khususnya kaum perempuan. Maka, demikian juga saya, yang memilih berpolitik untuk dapat bermanfaat bagi orang lain. Saya mengajar bermanfaat bagi orang lain, aktif di organisasi pun bermanfaat bagi orang lain.”

Selama berkiprah di jalur politik sebagai wakil rakyat, Hj Hindun selalu berjuang untuk kaum perempuan dan masyarakat luas Kabupaten Pekalongan. Tujuannya, dalam meningkatkan dunia pendidikan, keterampilan, dan kemampuan masyarakat yang berdampak pada meningkatnya kesejahteraan dan kemakmuran.

Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, angka kematian ibu dan bayi yang tinggi di Kabupaten Pekalongan, Hj Hindun bersama anggota DPRD kabupaten Pekalongan lainnya, mendorong dan men-support Pemkab Pekalongan, menyetujui program-program kerja yang menitikberatkan pada upaya menekan angka kematian ibu dan bayi. Yakni, dengan melibatkan semua komponen, mulai dari Dinas Kesehatan, PKK Kabupaten Pekalongan, dan lainnya.

“Mereka semua bergerak. Hasilnya, angka kematian ibu dan anak saat ini sudah menurun dengan drastis. Bahkan zero kematian pada anak dan ibu akan bisa tercapai pada 2019 mendatang, dengan upaya dan kerja keras semua pihak, dan kami di dewan mengawal dan mendukungnya,” kata Hj Hindun.

Menurut Hj Hindun, perempuan bisa disebut memiliki tanggung jawab besar di dalam keluarga, meski laki-laki dan perempuan memiliki tanggung jawab yang sama. Namun, dalam rangka membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, perempuan harus memberikan manfaat. Utamanya, dalam mendidik anak. Yakni, agar anak menjadi saleh dan saleha. “Jika perempuannya hebat, cerdas, dan mengerti ilmu bagaimana memberikan kecerdasan pada anak dan keluarga—juga mampu mendidik anak dengan baik–tentunya bangsa ini menjadi baik.”

Karena itu, masalah pendidikan menjadi sangat penting bagi perempuan. “Perempuan akan menjadi kunci pendidikan anak dalam keluarga. Untuk itu, perempuan mampu dan mengerti bahwa pendidikan dimulai sejak dari kandungan, di mana perempuan yang mengandung, harus menjaga makanan asupan yang bergizi, juga berperilaku baik untuk perkembangan janinnya, sehingga kelak lahir menjadi anak yang saleh dan saleha seperti yang diharapkan.”

Perempuan, kata Hj Hindun, juga berkontribusi besar dalam pembangunan bangsa dan negara. Karena, semua diawali dari keluarga. “Dalam hal ini, seorang ibu harus mendidik dan menjaga mental spritual generasinya untuk menjadi generasi yang berguna bagi nusa dan bangsa, dan semua diawali dari keluarga.”

Untuk memajukan derajat perempuan, maka peranan perempuan perlu di-support dari berbagai hal. Sebab masih banyak perempuan di Kabupaten Pekalongan yang menjadi tulang punggung ekonomi keluarga, sementara mereka tidak punya keterampilan dan kemampuan yang memadai.

“Maka, kita akan dorong terus Pemkab Pekalongan untuk meningkatkan pendidikian, keterampilan dan keahlian kaum perempuan, serta kaum yang masih kurang mampu. Agar mereka mempunyai skill yang berdampak pada peningkatan ekonomi produktif. Dan, peran kami sebagai wakil rakyat sangat penting di situ, untuk memberikan dukungan dan support guna menyetarakan kaum perempuan dan warga yang masih belum beruntung,” tegas Hj Hindun yang berharap agar kaum perempuan tidak lagi merasa takut dengan dunia politik. (taufik.hidayat/isk)