33 C
Semarang
Sabtu, 15 Agustus 2020

Berdayakan Perempuan Berarti Tekan Kemiskinan

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

PEDULI PEREMPUAN : Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah, Ida Fauziyah, berorasi dan berbaur dengan kelompok peduli perempuan dan anak di Solo, beberapa waktu lalu. (ISTIMEWA)
PEDULI PEREMPUAN : Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah, Ida Fauziyah, berorasi dan berbaur dengan kelompok peduli perempuan dan anak di Solo, beberapa waktu lalu. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.COM – PANGGILAN tugas membangun Jawa Tengah dengan semangat RA Kartini, selaras dengan tiga prioritas srategis jika terpilih dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah 2018 ini. Yakni, menekan angka kemiskinan secara cepat dan drastis, dari 12,23 persen menjadi 6 persen. Pasalnya, selama ini perempuanlah yang terbesar berada di bawah garis kemiskinan.

“Di antara yang miskin, yang terbanyak adalah kaum perempuan. Karena itu, saya dan Calon Gubernur Jawa Tengah Sudirman Said berusaha mengakselerasi penyelesaian kemiskinan dengan menciptakan wirausaha perempuan 1 juta per tahun dalam waktu 5 tahun. Karena itu, kami akan menumbuhkan dan memperkuat permodalan, meningkatkan kemampuan manajerial dan teknologi,” tandasnya.

Bahkan, dari 22 janji kerja Cagub-Cawagub Jawa Tengah 2019-2023, Sudirman Said-Ida Fauziyah ini, janji nomor 10 berkomitmen menjadikan perempuan sebagai soko guru pergerakan pembangunan Jawa Tengah. Caranya dengan merevitalisasi kaum ibu dan anak.
“Akibat kemiskinan, derajat kesehatan kaum perempuan sangat rendah. Kematian ibu dan anak sangat tinggi. Bahkan, stunting sangat tinggi. Karena itulah, kami akan mendorong penguatan dan peningkatan Posyandu,” jelasnya.

Karena perempuan menjadi soko guru dalam pembangunan, tandasnya, maka dalam pengambilan kebijakan publik akan selalu melibatkan perempuan. “Saya dan Pak Dirman punya tekad, mewujudkan pembangunan yang menggerakkan masyarakat secara buttom up atau dari akar rumput. Sebagaimana yang dilakuakn Qoryah Toyyibah yang berhasil memberdayakan perempuan dalam aktivitasnya,” katanya.

Ida mengaku prihatin dengan dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau pembangunan manusai di Jawa Tengah pada 2015 hanya 69,49 persen, lebih rendah dari IPM nasional 69,55 persen. “IPM Jawa Tengah, kalah dengan Jawa Timur dan Jawa Barat. Kalau bukan Jawa Tengah masih bias dimaklumi jika berada di bawah IPM nasional. Ini berarti ada yang salah. Karena itu, pemimpin Jawa Tengah ke depan harus memiliki kesungguhan menyelesaikan dan mengentaskan kemiskinan,” tandasnya. (ida nor layla)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Berdoa untuk Keamanan Bangsa

SEMARANG - Ratusan umat Buddha di Kota Semarang, Kamis (11/5) memperingati Hari Raya Waisak 2571/2017 di Vihara Mahavira Semarang. Dalam peringatan tersebut umat berdoa...

Liga Soeratin Langsung Seru

SEMARANG - Liga Soeratin Jateng 2017 kemarin resmi digeber. Sebanyak 28 tim mewakili masing-masing kota dan kabupaten se-Jateng langsung bertanding seru kemarin. Ke-28 tim...

Dorong Pemprov Atasi Kartel Pangan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-DPRD Jateng meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng dan Pemerintah Pusat memperketat pengawasan harga pangan di Jateng. Mengingat, harga kebutuhan pokok selalu melonjak setiap...

Lima Proyek Dipastikan Molor

SEMARANG-Sedikitnya lima proyek infrastruktur di Kota Semarang terancam molor alias tidak bisa selesai sesuai kontrak waktu yang ditetapkan. Proyek tersebut rata-rata memiliki kontrak waktu...

Beri Bantuan Penyandang Stroke dan Siswa Dhuafa

SEMARANG - Tim Pendayagunaan Solusi Zakat Indonesia (SZI) yang merupakan mitra jejaring Solo Peduli LAZ tingkat Provinsi Jawa Tengah, memberi bantuan kursi roda kepada...

Empat Penjudi Ceki Diringkus

PURWOREJO—Empat pelaku judi kartu ceki ditangkap petugas Polsek Kutuarjo. Keempatnya digerebek ketika asyik berjudi di rumah salah satu pelaku di Desa Tursino, Kecamatan Kutoarjo,...