33 C
Semarang
Jumat, 29 Mei 2020

Transparan, Bisa Dipantau via HP, Ternak Mati Diganti

Bank Oemah Sapen, Cara Beternak Sapi Kekinian

Another

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

BERSIH: Sapi-sapi yang dititipkan di Oemah Sapen sangat terawat
BERSIH: Sapi-sapi yang dititipkan di Oemah Sapen sangat terawat

RADARSEMARANG.COM – Anda ingin beternak sapi, tapi tak ingin ribet membersihkan kandang dan memberi pakan ternak tiap hari? Oemah Sapen di Dukuh Wonoyoso, Desa Wonoplumbon, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, menawarkan cara beternak sapi kekinian dan berkonsep syariah.

CEO Bank Oemah Sapen, Dyah Oktaviani, mengatakan, Oemah Sapen berdiri sejak setahun lalu di areal seluas 2 hektare di Dukuh Wonoyoso, Mijen. “Dari kantor Kecamatan Mijen tidak terlalu jauh. Hanya sekitar 3 kilometer menuju lokasi,” kata Dyah.

Dyah menyampaikan, konsep Oemah Sapen menawarkan penitipan sapi bagi masyarakat yang ingin beternak sapi, tapi ogah ribet, dengan bagi hasil 50:50. “Kalau istilah Jawa-nya nggadohke sapi,” kata perempuan kelahiran Oktober itu.

Transparan di sini, lanjut ibu dua putri itu, orang yang tertarik bermitra dengan Oameh Sapen, akan diajak membeli sapi di pasar hewan, dengan kriteria sapi yang sudah ditentukan oleh pihak Oemah Sapen. “Kami punya ahli ternak yang akan memilihkan sapi, yang tentunya sehat dan ideal untuk penggemukan atau pengembangbiakan.” Setelah terpilih sapi yang ideal, maka mitra/penitip yang harus membeli sapi tersebut. “Harga yang ideal sapi sehat itu berkisar  Rp 14 jutaan.”

Setelah transaksi terjadi, maka sapi dititipkan ke Oemah Sapen, dengan fasilitas kandang yang bersih, juga perawatan maksimal. Perawatan melibatkan dokter hewan dan pengobatan jika ada sapi-sapi yang sakit.  “Istilahnya ditabungkan ke Bank Oemah Sapen,” ucap istri dari seorang lawyer itu. Pakan ternak juga terjamin. Baik pakan jenis rumput maupun olahan. Ada dua jenis sapi yang dititipkan. Jenis sapi penggemukan dan sapi pengembangbiakan (betina).

Bagaimana kalau dalam proses penitipan ada sapi yang mati? “Manajemen Oemah Sapen akan menggantinya seratus persen, seharga awal pembelian sapi,” tandas pemilik butik SriAqilla Batik tersebut. Agar transparan, manajemen Oemah Sapen akan memanggil mitra/investor yang menitipkan sapinya, untuk bersama-sama menyaksikan kondisi sapi. “Periksa bersama-sama dengan menghadirkan dokter hewan, agar tahu penyebab kematian sapi.”

Proses penggemukan sapi butuh waktu 6-7 bulan. Setelah tujuh bulan, maka sapi bisa dijual. Menjualnya juga bareng-bareng. Artinya, mitra/investor diajak ke pasar hewan, ikut menyaksikan transaksi. “Keuntungan dari satu ekor sapi gemuk yang dijual, bisa sampai Rp 10 juta. Artinya, modal awal sudah kembali plus dapat keuntungan Rp 10 juta.”

Nah, dari keuntungan Rp 10 juta, setelah diambil 2,5 persen untuk sodaqoh bagi anak-anak yatim piatu maupun kaum duafa, barulah keuntungan dibagi dua. “Dibagi dua, sama rata. 50 persen untuk mitra/investor, 50 persen untuk manajemen Oemah Sapen,” kata Dyah.

Kata Dyah, sodaqoh 2,5 persen dari penjualan sapi sebelum keuntungan dibagi dua, merupakan kewajiban yang harus dilakukan. “Selain dilandasi rasa saling percaya, kami ingin bisnis ini dilandasi syariah, tidak ada riba.”

Bagi mitra/investor yang ingin melihat sapi-sapi yang dititipkan sewaktu-waktu, kata Dyah, dipersilakan datang ke Oemah Sapen. Pihak Oemah Sapen akan menyediakan kamar penginapan plus keperluan makan/minum. “Oemah Sapen punya rumah-rumah joglo yang sangat nyaman ditempati. Investor silakan bermalam, bisa berhari-hari, bahkan berminggu-minggu kalau ingin dekat dengan sapi-sapinya.” Untuk keperluan itu, manajemen Oemah Sapen, akan memberikan rate harga spesial. “Tentu tidak gratis, karena ada biaya yang kami keluarkan. Tapi untuk investor/mitra Oemah Sapen, manajemen memberikan harga spesial,” ucap perempuan berkulit bersih itu.

Apakah masyarakat umum bisa menginap dan bermalam di Oemah Sapen? Dyah mengangguk. “Bisa saja, silakan datang ke Oemah Sapen dan menikmati filed trip di Oemah Sapen.” Selain ternak sapi dan kambing, di Oemah Sapen pengunjung bisa melihat aneka satwa burung dan rusa.

Hal lain yang menarik, ke depan, investor/mitra Oemah Sapen yang menitipkan sapi-sapinya, bisa memantau hewan ternak mereka melalui sebuah aplikasi. “Kandang-kandang ternak di Oemah Sapen dilengkapi dengan CCTV. Jadi, investor/mitra Oemah Sapen bisa melihat sapi-sapi yang dititipkan melalui handphone.” (isk)

Latest News

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

More Articles Like This

Must Read

Kekeringan di Demak Meluas

DEMAK- Musim kemarau menyebabkan kekeringan di Demak meluas. Di Desa Ngaluran, Kecamatan Karanganyar misalnya, warga mengalami kesulitan air bersih lantaran sumur warga mengering. Untuk mengatasi...

Bentuk Tim Yustisi Instalasi Listrik Pasar Tradisional

SEMARANG - Kasus kebakaran pasar tradisional beberapa kali terjadi di Kota Semarang. Hal ini membuat Dinas Perdagangan Kota Semarang waspada. Pengganti Dinas Pasar ini...

Reaktivasi Terkendala Review DED

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Rencana pemerintah untuk melanjutkan proyek reaktivasi jalur kereta api (KA) Kedungjati-Tuntang sampai saat ini belum bisa dilaksanakan. Proyek tersebut tersendat karena...

Pelayanan Cepat, Ramah, dan Nyaman

Fasilitas di RSUD K.R.M.T Wongsonegoro sangat lengkap. Selain memiliki alat medis yang lengkap, RSUD juga memperhatikan kebutuhan anak, salah satunya dengan memberi fasilitas taman...

Shelter Baru Brt

RADARSEMARANG.COM - Sejumlah pekerja menyelesaikan pembuatan shelter baru Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang Koridor IV Cangkiran – Bandara Ahmad Yani di daerah Mijen, Rabu...

Lima Kelurahan Masih Terendam

SEMARANG - Gejala alam siklon tropis yang dikenal dengan nama Badai Cempaka dan Dahlia belakangan ini menjadi perhatian banyak pihak. Sebab, dampaknya mengakibatkan banjir...