ASRI DAN NYAMAN: Dyah Oktaviani di Oemah Sapen, Wonoplumbon, Mijen.
ASRI DAN NYAMAN: Dyah Oktaviani di Oemah Sapen, Wonoplumbon, Mijen.
BERSIH: Sapi-sapi yang dititipkan di Oemah Sapen sangat terawat
BERSIH: Sapi-sapi yang dititipkan di Oemah Sapen sangat terawat

RADARSEMARANG.COM – Anda ingin beternak sapi, tapi tak ingin ribet membersihkan kandang dan memberi pakan ternak tiap hari? Oemah Sapen di Dukuh Wonoyoso, Desa Wonoplumbon, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, menawarkan cara beternak sapi kekinian dan berkonsep syariah.

CEO Bank Oemah Sapen, Dyah Oktaviani, mengatakan, Oemah Sapen berdiri sejak setahun lalu di areal seluas 2 hektare di Dukuh Wonoyoso, Mijen. “Dari kantor Kecamatan Mijen tidak terlalu jauh. Hanya sekitar 3 kilometer menuju lokasi,” kata Dyah.

Dyah menyampaikan, konsep Oemah Sapen menawarkan penitipan sapi bagi masyarakat yang ingin beternak sapi, tapi ogah ribet, dengan bagi hasil 50:50. “Kalau istilah Jawa-nya nggadohke sapi,” kata perempuan kelahiran Oktober itu.

Transparan di sini, lanjut ibu dua putri itu, orang yang tertarik bermitra dengan Oameh Sapen, akan diajak membeli sapi di pasar hewan, dengan kriteria sapi yang sudah ditentukan oleh pihak Oemah Sapen. “Kami punya ahli ternak yang akan memilihkan sapi, yang tentunya sehat dan ideal untuk penggemukan atau pengembangbiakan.” Setelah terpilih sapi yang ideal, maka mitra/penitip yang harus membeli sapi tersebut. “Harga yang ideal sapi sehat itu berkisar  Rp 14 jutaan.”

Setelah transaksi terjadi, maka sapi dititipkan ke Oemah Sapen, dengan fasilitas kandang yang bersih, juga perawatan maksimal. Perawatan melibatkan dokter hewan dan pengobatan jika ada sapi-sapi yang sakit.  “Istilahnya ditabungkan ke Bank Oemah Sapen,” ucap istri dari seorang lawyer itu. Pakan ternak juga terjamin. Baik pakan jenis rumput maupun olahan. Ada dua jenis sapi yang dititipkan. Jenis sapi penggemukan dan sapi pengembangbiakan (betina).

Bagaimana kalau dalam proses penitipan ada sapi yang mati? “Manajemen Oemah Sapen akan menggantinya seratus persen, seharga awal pembelian sapi,” tandas pemilik butik SriAqilla Batik tersebut. Agar transparan, manajemen Oemah Sapen akan memanggil mitra/investor yang menitipkan sapinya, untuk bersama-sama menyaksikan kondisi sapi. “Periksa bersama-sama dengan menghadirkan dokter hewan, agar tahu penyebab kematian sapi.”

Proses penggemukan sapi butuh waktu 6-7 bulan. Setelah tujuh bulan, maka sapi bisa dijual. Menjualnya juga bareng-bareng. Artinya, mitra/investor diajak ke pasar hewan, ikut menyaksikan transaksi. “Keuntungan dari satu ekor sapi gemuk yang dijual, bisa sampai Rp 10 juta. Artinya, modal awal sudah kembali plus dapat keuntungan Rp 10 juta.”

Nah, dari keuntungan Rp 10 juta, setelah diambil 2,5 persen untuk sodaqoh bagi anak-anak yatim piatu maupun kaum duafa, barulah keuntungan dibagi dua. “Dibagi dua, sama rata. 50 persen untuk mitra/investor, 50 persen untuk manajemen Oemah Sapen,” kata Dyah.

Kata Dyah, sodaqoh 2,5 persen dari penjualan sapi sebelum keuntungan dibagi dua, merupakan kewajiban yang harus dilakukan. “Selain dilandasi rasa saling percaya, kami ingin bisnis ini dilandasi syariah, tidak ada riba.”

Bagi mitra/investor yang ingin melihat sapi-sapi yang dititipkan sewaktu-waktu, kata Dyah, dipersilakan datang ke Oemah Sapen. Pihak Oemah Sapen akan menyediakan kamar penginapan plus keperluan makan/minum. “Oemah Sapen punya rumah-rumah joglo yang sangat nyaman ditempati. Investor silakan bermalam, bisa berhari-hari, bahkan berminggu-minggu kalau ingin dekat dengan sapi-sapinya.” Untuk keperluan itu, manajemen Oemah Sapen, akan memberikan rate harga spesial. “Tentu tidak gratis, karena ada biaya yang kami keluarkan. Tapi untuk investor/mitra Oemah Sapen, manajemen memberikan harga spesial,” ucap perempuan berkulit bersih itu.

Apakah masyarakat umum bisa menginap dan bermalam di Oemah Sapen? Dyah mengangguk. “Bisa saja, silakan datang ke Oemah Sapen dan menikmati filed trip di Oemah Sapen.” Selain ternak sapi dan kambing, di Oemah Sapen pengunjung bisa melihat aneka satwa burung dan rusa.

Hal lain yang menarik, ke depan, investor/mitra Oemah Sapen yang menitipkan sapi-sapinya, bisa memantau hewan ternak mereka melalui sebuah aplikasi. “Kandang-kandang ternak di Oemah Sapen dilengkapi dengan CCTV. Jadi, investor/mitra Oemah Sapen bisa melihat sapi-sapi yang dititipkan melalui handphone.” (isk)