Ratusan Angkutan Terjaring Razia

285
OPERASI: Ratusan kendaran pengakut barang dan penumpang dirazia oleh Dishub Kendal di Jalan Soekarno-Hatta di depan Polsek Kendal Kota, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
OPERASI: Ratusan kendaran pengakut barang dan penumpang dirazia oleh Dishub Kendal di Jalan Soekarno-Hatta di depan Polsek Kendal Kota, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Dinas Perhubungan dan Satlantas Polres Kendal melakukan razia terhadap kendaraan berat dan angkutan barang dan angkutan umum. Dalam kegiatan yang digelar di depan Polsek Kota Kendal itu ratusan kendaraan terjaring.

Dalam giat yang dilaksanakan itu, mobil angkutan umum dan barang hanya diperiksa dokumen perjalanan mereka saja. Hal itu dilakukan karena selama ini banyak angkutan umum dan barang yang tidak melengkapi dokumen perjalan mereka. Selain itu tidak melakukan uji KIR atau uji kelaikan kendaraan angkutan umum dan angkutan barang.

Kasi Angkutan Dishub Kabupaten Kendal, Bambang Adiyono mengatakan giat ini pihaknya bekerja sama dengan Satlantas Polres Kendal, Pengadilan Negeri, Kejaksaan Negeri Kendal dan Jasa Raharja.

Adiyono menjelaskan tindakan yang dilakukan oleh pihaknya merupakan upaya penegakan hukum untuk menertibkan angkutan barang dan umum agar tertib membawa dokumen perjalanan. “Kami disini mengecek dokumen perjalanan, KIR dan kelengkapan lainnya. Apabila ada pelanggaran langsung kami tindak dengna sidang di tempat,” katanya, kemarin.

Ia menjelaskan para penyedia angkutan barang dan umum sering kali menggunakan suku cadang seperti ban yang tidak sesuai dengan standar. Jika ada temuan hal itu pihaknya juga menindak hal tersebut. “Kami juga mengecek ban truk. Apabila ada angkutan yang menggunakan ban truk yang vulkanisir maka hal itu kami tindak juga,”  tandasnya.

Penggunaan ban vulkanisir untuk ban depan sebuah kendaraan menurutnya tidaklah tepat. Pasalnya hal itu sangat membahayakan. Razia ini juga tujuannya untuk keamanan baik pengemudi kendaraan sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Operasi ini diakuinya akan digelar secara berkala dengan sasaran dan tempat yang berbeda-beda. “Tempatnya berpindah-pindah sesuai, yang penting tidak menimbulkan kemacetan jalan raya. Jadi kami pilih tempat yang luas. Semua kendaraan kami yang melanggar kami tilang,” tambahnya. (bud/bas)