33 C
Semarang
Selasa, 26 Mei 2020

Kartinian, Gelar Lomba Mewiru Jarik

Another

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Lomba mewiru dan memakai jarik diikuti Ikatan Wanita (IW) Bank Jateng dalam rangka menyambut peringatan Hari Kartini, Sabtu (21/4) mendatang. Puluhan ibu-ibu perwakilan dari masing-masing divisi Bank Jateng berlomba untuk mengenakan pakaian tradisional khas perempuan Jawa.

Ketua Umum IW Bank Jateng, Retno Supriyatno mengatakan penyelenggaraan lomba untuk menyambut Hari Kartini telah menjadi agenda tahunan di lembaga tersebut. Meski demikian, lomba wiru dan memakai jarik yang digelar kali ini hanya melibatkan divisi Bank Jateng pusat.

“Yang ikut disini, memang ibu-ibu pusat. Tetapi instruksinya, seluruh daerah, cabang-cabang juga menyelenggarakan, kegiatannya disesuaikan dengan kondisi wilayahnya masing-masing,” ungkap Retno disela kegiatan di Kantor Pusat Bank Jateng, kemarin.

Retno menjelaskan, pemilihan lomba mewiru dan memakai jarik ini sengaja dipilih sebagai wujud nyata turut serta melestarikan kebudayaan. Sebab, mewiru dan memakai jarik tidak bisa dilakukan sembarangan serta memiliki pakem. “Generasi muda harus mengetahui pakemnya untuk berkebaya dan berjarik yang benar seperti apa,” imbuh dia.

Ada yang menarik dalam lomba tersebut. Yakni terdapat satu peserta laki-laki. Retno mengaku tidak membatasi peserta. Di sisi lain, mewiru dan memakai jarik pria juga memiliki pakem dan cara yang berbeda. Sehingga tingkat kesulitannya tidak jauh berbeda. “Kelihatannya sepele, tetapi ada gaya Solo dan Jogja. Itu yang kita lombakan. Laki-laki juga cara pakai dan mewirunya kan berbeda, pakai beskap juga,” jelasnya.

Tak hanya mewiru dan memakai jarik semata, pihaknya juga menghadirkna pakar kebudayaan dan kecantikan yang bertugas sebagai juri sekaligus memberikan pelatihan kepada ibu-ibu peserta. “Tujuan kita mengedukasi semua, kita kan sering memakai kain dalam banyak acara. Kedepan tentu akan selalu ada dan pasti beda tema lombanya,” tandas Retno. (tsa/ric)

Berita sebelumyaPameran Lukisan Face Off
Berita berikutnyaBidik Segmen Mahasiswa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus korona. ANTONIUS CHRISTIAN, Solo-DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa...

More Articles Like This

Must Read

Festival Kali Kupang, Simbol Akulturasi Budaya Pesisir

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN –  Wilayah Krapyak di Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, merupakan kawasan pesisir utara pulau Jawa, yang pada masa lampau memiliki peran strategis karena...

Temukan Warga Tewas di Kamar

WONOSOBO—Budi Utomo, 32, warga Kejajar, Kabupaten Wonosobo, ditemukan tewas di kamar rumahnya, Selasa (26/9) lalu. Korban meninggal dalam kondisi telungkup. Jenazah korban kali pertama...

HTI Kenalkan Bendera Islam

UNGARAN – Puluhan anggota organisasi masyarakat (ormas) Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Kabupaten Semarang long march kenalkan bendera yang pernah digunakan Rasulullah pada masanya, Minggu...

Resolusi Bandungan Bukti Persetruan dalam PPP

UNGARAN–Perseteruan dalam tubuh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) belum juga usai. Hal itu terlihat dari perkumpulan DPC se-Jawa Tengah di Villa Joekani Kecamatan Bandungan Kabupaten...

Warga Penjor Blokade Pembangunan Tol 

KENDAL - Terancam ditutup askes warga karena dampak pembangunan tol, puluhan warga Dukuh Penjor, Desa Nolokerto, Kecamatan Kaliwungu Kendal melakukan unjuk rasa. Selain itu,...

Sopir Bus Jalani Tes Urine

SALATIGA – Puluhan sopir bus yang melintas di Terminal Tingkir, Rabu (14/6), diturunkan dari armadanya. Mereka diminta untuk melakukan tes urine sekaligus diperiksa kesehatannya...