DPRD Wonosobo Sampaikan Tiga Rekomendasi

Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Tahun Anggaran 2017

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO – DPRD Kabupaten Wonosobo menyampaikan rekomendasi atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun Anggaran 2017 dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD yang digelar di Ruang Rapat Utama DPRD, Kamis (19/4). Rapat dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Wonosobo Afif Nurhidayat didampingi Wakil Ketua DPRD, M Albar, Heru Irianto dan Sumardiyo, serta dihadiri anggota DPRD Kabupaten Wonosobo dan Bupati Wonosobo Eko Purnomo beserta Sekretaris Daerah dan beberapa Pimpinan OPD tersebut. Dalam rapat tersebut, anggota DPRD Murkamtoro Prasetyo membacakan rekomendasi DPRD.

Rekomendasi yang diberikan terbagi dalam 3 rekomendasi. Rekomendasi pertama terkait aspek legal formal. LKPj merupakan salah satu bentuk laporan penyelenggaraan Pemerintahan Daerah yang mencakup laporan kinerja instansi Pemerintah Daerah sesuai Pasal 69 ayat 1 dan 2 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, maka bentuk LKPj adalah laporan kinerja nonkeuangan yang dirumuskan dalam bentuk indikator kinerja.

“Pengukuran kinerja dalam LKPJ adalah untuk menilai seberapa besar perbedaan (gap) antara kinerja aktual (LKPj) dengan kinerja yang ditargetkan dalam Rencana Kegiatan Pemerintah Daerah (RKPD),” katanya. Berdasarkan perbedaan tersebut, harus dirumuskan permasalahan dan solusinya untuk selanjutnya disusun rekomendasi oleh DPRD bagi perbaikan dalam penyelenggaraannya.

Rekomendasi kedua, kata Afif, rekomendasi kinerja yang meliputi 5 aspek. Yaitu capaian indikator makro ekonomi dan sosial daerah, capaian indikator kinerja keuangan daerah, capaian indikator kinerja visi dan misi daerah, capaian indikator dari sisi 3 aspek pembangunan daerah, dan capaian indikator kinerja per urusan. Untuk capaian indikator makro ekonomi dan sosial daerah, DPRD memberikan catatan kritis bahwa kinerja makro ekonomi untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dan inflasi sudah cukup progresif yang ditandai dengan tren pertumbuhan ekonomi selalu meningkat setiap tahunnya dan pertumbuhan inflasi yang menurun setiap tahunnya. “Namun demikian kinerja ekonomi Pemkab Wonosobo berbanding terbalik dengan capaian indikator makro sosial seperi penurunan angka kemiskinan,” katanya.

Hal ini, lanjut Afif, berarti kinerja ekonomi yang progresif tidak berdampak pada penurunan angka kemiskinan. Kemudian laju penurunan angka kemiskinan cendrung rendah. Pada tahun 2017 angka kemiskinan sebesar 20,32 persen, sementara tahun 2016 20,53 persen atau hanya berkurang 0,31 persen saja. “Penurunan ini sejalan dengan perbandingan tahun 2013-2017 yang berhasil diturunkan dari 22,08 persen menjadi 20,32 persen, atau hanya turun 1,76 persen selama 5 tahun atau rata-rata sebesar 0,26 persen per tahun,” tegasnya.

Untuk itu DPRD merekomendasikan agar pemerintah daerah Kabupaten Wonosobo segera mengevaluasi ulang strategi program dan kegiatan yang orientasinya untuk penanggulangan kemiskinan, sehingga ditemukan cara–cara yang lebih efektif dalam pengurangan jumlah penduduk miskin.

Adapun untuk capaian visi dan misi, DPRD memberikan catatan kritis bahwa dari visi Bupati Wonosono 2016-2021 akan ditempuh melalui 5 misi, meliputi 52 indikator, 5 tujuan dan 16 sasaran dengan 52 indikator. Agar hal ini tercapai, perlu adanya komitmen pemerintah daerah terhadap ketercapaian semua misi pemerintah daerah. Kemudian perlu perhatian pemerintah daerah terhadap indikator-indikator yang belum tercapai serta perlu membangun kebersamaan dengan semua unsur pemerintahan daerah untuk merumuskan penyebab, masalah dan kendala mengapa indikator kinerja sasaran tersebut belum memenuhi target.

Rekomendasi ketiga adalah rekomendasi aspek politis, agar Bupati agar segera menindaklanjuti peraturan daerah yang sudah disahkan dengan membuat Peraturan Bupati. Selain itu pelaksanaan 5 hari kerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) agar dioptimalkan, terutama ASN di bidang pelayanan publik.

“Di sisi lain perlunya komunikasi aktif antara Bupati dengan DPRD beserta Forkompinda maupun Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menyelesaikan berbagai persoalan, dan perlunya kehati-hatian Bupati dalam membuat disposisi, terutama dalam hal pelaksanaan kebijakan. Jangan sampai berpotensi menimbulkan persoalan bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pelaksana. Karena perumus disposisi adalah orang di luar sistem Pemerintahan,” katanya.

Bupati juga harus tegas memberikan sanksi dan arahan kepada OPD dalam mempertanggungjawabkan kegiatan dalam rangka mencapai kinerja pemerintahan. Jangan sampai penyajian data indikator kinerjanya berbeda antara dokumen dengan yang dilaporkan oleh OPD yang bersangkutan. “Kemudian pembangunan Pasar Induk Wonosobo masih selalu menjadi perbincangan sensitif disemua lapisan masyarakat, karena sampai saat ini belum ada aktivitas pekerjaan pembangunan pasar induk,” katanya. (ali/ton)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -