Diharapkan Tumbuhkan Ekonomi dan Budaya Baru

334
BANGKITKAN EKONOMI : Cawagub Jateng Taj Yasin saat memaparkan program ekonomi tren masa kini atau Ekotren pada FGD bertema Ekotren di Noormans Hotel Semarang. (Istimewa)
BANGKITKAN EKONOMI : Cawagub Jateng Taj Yasin saat memaparkan program ekonomi tren masa kini atau Ekotren pada FGD bertema Ekotren di Noormans Hotel Semarang. (Istimewa)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Program ekonomi tren masa kini atau Ekotren diharapkan bisa menumbuhkan ekonomi masyarakat di Jateng. Selain itu, konsep Ekotren juga diharapkan menjadi budaya baru yang bermanfaat positif bagi masyarakat. Harapan tersebut datang dari sejumlah akademisi saat acara Focus Group Discussion (FGD) bertema Ekotren di Noormans Hotel Semarang, Rabu (18/4).

Pakar Ekonomi Syariah Unissula, Bedjo Santoso mengatakan program Ekotren merupakan ide yang bagus dan luar biasa. Menurutnya, dengan program Ekotren tak hanya untuk memberdayaakan ekonomi masyarakat, tapi juga membangkitkan ekonomi jaringan bisnis retail untuk lembaga pendidikan di pesantren.

“Ide (Ekotren) ini sangat bagus dan luar biasa. Tak hanya mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat, tapi juga membangkitkan ekonomi jaringan bisnis retail untuk pesantren,” paparnya. Maka itu, dia meminta kalangan pesantren terutama para santri untuk bisa terlibat langsung dalam mendukung program Ekotren. Sebab dari aspek filosofis, Ekotren dasarnya sangat kuat.

Sementara, Dekan Ekonomi Unimus Semarang, Hardiwinoto menilai, platform ekonomi digital dalam Ekotren sangat perlu untuk dikembangkan. Namun menurutnya, program Ekotren hendaknya dikonkretkan ke dalam sistem, yakni seperti penggunaan kartu atau aplikasi yang bersifat nontunai.

“Pesantren itu sebagai kekuatan ekonomi, dilihat dari produsen sekaligus konsumen. Di dalam pesantren, santri kalau setor uang itu di lembaga keuangan yang kemudian dikartukan. Hal ini sangat bermanfaat sebagai alat sirkulator moneter,” jelasnya.Dia menambahkan, ada empat hal yang bisa dikembangkan dalam menunjang program Ekotren di pesantren. Antara lain sektor garmen, konveksi, fashion seperti kebutuhan seragam pakaian santri. Kemudian tours and travels terkait pelayanan haji, umroh hingga wisata religius. “Selain itu bisa mengembangkan foods and consumens good jenis makanan pokok, minuman, dan menyangkut construction and infrastructure berupa pembangunan perumahan atau property,” jelasnya.

Sementara itu, Cawagub Jateng Taj Yasin Maimoen mengungkapkan program Ekotren akan mengurangi angka kemiskinan melalui pembangunan sentra kulakan. Sentra itu akan dibangun di sejumlah lokasi strategis di dekat masjid atau pondok pesantren.

“Tiap sentra kulakan akan membawahi setidaknya 100 warung-warung kecil di sekitar lokasi inti. Sentra kulakan diyakini membuka lapangan pekerjaan baru, karena mempekerjakan warga sekitar,” ungkapnya.

Selain untuk menumbuhkan ekonomi masyarakat Jateng, lanjut dia,  konsep Ekotren diharapkan menjadi budaya baru bagi warga, karena program ini bersentuhan dengan platform ekonomi digital. (dna/ric)