Belajar Pelayanan Publik Perbankan di Bank Mini “Asyariah Ceria”

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

RADARSEMARANG.COM – SEKOLAH Menengah Kejuruan (SMK) Negeri Jumantono, Karanganyar punya cara cerdas untuk mendorong semangat menabung siswa-siswinya. Sekolah yang terletak di Desa Jurug Blorong, Jumantono ini membangun bank mini di lingkungan sendiri. Di mana mulai nasabah hingga petugas banknya adalah siswa di sekolah tersebut. Bank mini yang dioperasikan sejak 2016 ini digagas oleh sejumlah pendidik di jurusan akuntansi. Pada awal berdirinya, bank mini ini bertujuan untuk menunjang kegiatan pembelajaran di kelas, yakni praktik pelajaran akuntansi perbankan.

Bank mini yang diberi nama Asyariah Ceria  ini sebagai laboratorium terapan akuntansi.  Dari sisi permodalan, jumlahnya sangat terbatas, karena hanya mengelola tabungan sejumlah siswa yang berminat menabung yang dilakukan secara manual. Bank mini yang dikelola siswa ini  tidak mengeluarkan pajak, dan tidak pula memberi bunga pada penabung. Karena itu, bank mini tidak akan memberatkan atau tidak memberi beban bagi para penabung. Hal itu sekaligus juga bentuk  pembelajaran tentang pelayanan publik dan dunia perbankan.

Seiring dengan meluasnya wawasan dan tuntutan kebutuhan siswa, guru, dan karyawan SMK Negeri Jumantono, mulai 2017 Bank Mini Asyariah Ceria bekerjasama dengan bank daerah Karanganyar. Sejak itu, penanganan kegiatan di bank mini dilakukan secara komputerisasi,  yakni  menggunakan aplikasi BMS.

Salah satu kelebihan dari aplikasi BMS ini dapat diakses melalui BMS Mobile.  Pelayanan yang dikembangkan dalam bank mini ini mulai pembayaran semua keuangan sekolah dan kegiatan simpan pinjam. Nasabah bank mini ini akhirnya tak hanya siswa jurusan akuntansi. Tapi siswa dari jurusan lain yang ingin menabung pun diperbolehkan.

Bank mini  ini diharapkan dapat membantu guru maupun siswa dalam hal finansial, memudahkan bertransaksi dengan sistem yang cepat dan akurat melalui produk-produk yang ditawarkan. Misalnya, tabungan siswa, tabungan guru, PSM (Partisipasi Masyarakat), dan lain-lain.

Untuk program komputernisasi atau aplikasi BMS dapat memenuhi harapan sebagian besar pihak yang terkait untuk mengambil langkah cepat dan kebijakan secara tepat dan transparan, terutama keterkaitannya dengan aplikasi administrasi sekolah yang menampung pembayaran siswa.

Khususnya untuk program/jurusan akuntansi, adanya bank mini sekolah bermanfaat sebagai tempat praktik bagi siswa jurusan akuntansi, sebagai sarana penghubung dengan institusi pasangan, dan membantu permodalan usaha unit produksi. Sedangkan tujuan dari bank mini adalah menghasilkan lulusan yang mempunyai keunggulan kompetitif di bidang akuntansi, menghasilkan lulusan yang mandiri, siap terjun di masyarakat berdasarkan pendidikan yang diperoleh, meningkatkan sarana dan prasarana laboratorium untuk meningkatkan kualitas lulusan, dan meningkatkan kesadaran para siswa akan pentingnya  menabung.

Dengan adanya aplikasi BMS ini diharapkan dapat memberikan manfaat, seperti memudahkan guru, pegawai, siswa, dan masyarakat sekitar untuk memenuhi kebutuhannya; efisiensi waktu karena tidak perlu izin meninggalkan sekolah apabila ingin menabung atau meminjam, serta membantu menggalakkan program pemerintah “Ayo Menabung.” Selain itu, memperkenalkan pelayanan publik di bidang perbankan kepada guru dan siswa.

Dalam kegiatan sehari-hari, pelayanan bank mini ditangani oleh siswa jurusan akuntansi yang bertugas sebagai teller bank, administrasi pencatatan, operator komputer dan pembukuan akuntansi. Meski dalam praktiknya sudah ditangani komputer, namun sebagai bahan pembelajaran untuk siswa, tetap harus diadakan pencatatan untuk pembukuan secara manual. Hal ini sebagai bahan kajian siswa bahwa dari sebuah transaksi yang dilakukan secara manual bersanding dengan bantuan komputer yang bisa langsung berjalan otomatis sampai dihasilkan laporan keuangan dalam bentuk neraca. (*/aro)

Guru Mapel Produktif Akuntansi SMKN Jumantono, Karanganyar

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -