33 C
Semarang
Senin, 6 Juli 2020

Sudirman Said: Cukup Satu Periode!!

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Cagub Jateng, Sudirman Said berjanji jika terplih, cukup satu periode. Baginya, satu periode sudah cukup untuk maksimal menunaikan janji-janji kerja dan membangun Jateng. “Jika saya terpilih nanti, cukup satu periode saja (2018-2023). Saya berkomitmen tidak maju lagi dalam Pilkada berikutnya,” kata Sudirman Said.

Ia mengaku dengan komitmen tersebut agar tidak masuk dalam tiga jebakan yang sering menyergap para pemimpin politik yang amat bernafsu untuk terpilih kembali pada periode berikutnya. Jebakan pertama, mengejar popularitas dengan menempuh segala cara. Saking inginnya populer, segala akrobat sampai yang di luar nalarpun dilakukan para pemimpin politik. Melanggar kepatutan, mengganggu ketertiban umum, menghamburkan waktu dan uang negara, untuk beradegan yang layak diviralkan. Pemimpin begini mengira popularitas adalah segalanya dan lupa hal-hal penting yang harus diurusnya. “Mereka juga lupa bahwa segala langkahnya dibiayai uang negara, sehingga nafsu populisnya menyingkirkan tanggung jawab utamanya yaitu mengurus warga,” ucapnya.

Jebakan kedua, mencuri uang negara demi menghimpun ongkos politik, bahkan mencari marginnya. Saking nafsunya ingin terpilih kembali, mereka sering tergiring dalam urusan korupsi yang akhirnya memalukan seluruh keluarga.  Berhenti sebagai pemimpin, bukannya menikmati hari tua, tetapi malah mendekam di penjara. “Lebih dari 95 kepala daerah seluruh Nusantara mengalaminya,” bebernya.

Dan jebakan ketiga, menyalahgunakan kekuasaan untuk menekan bahkan mematikan lawan-lawan politiknya. Tak sedikit, pemimpin politik menggunakan institusi pemerintahan untuk kepentingan dirinya. Sebagian malahan memainkan instrumen keamanan, intelijen, bahkan perangkat penegakan hukum yang seharusnya digunakan untuk membangun keadilan warga. “Perilaku ini merusak tatanan bernegara, di setiap level dimana pemimpin itu berkuasa,” tambahnya.

Pak Dirman tidak ingin masuk dalam salah satu dari tiga jebakan tersebut. Karena itu, jika ia nanti terpilih, akan fokus bekerja, menunaikan janji-janji dan rencana demi kesejahteraan rakyat Jawa Tengah. Mengurangi kemiskinan dari 12,23 persen menjadi 6 persen, menciptakan 5 juta lapangan kerja dan membangun pemerintahan bersih bebas dari korupsi.

“Waktu lima tahun bagi seorang pemimpin profesional adalah waktu yang cukup untuk menunaikan janji dan rencana yang realistis, jika seluruh pikiran dan tenaga diabdikan bagi rakyat sepenuh-penuhnya,” tambahnya.

Jika ada sebagian yang berpandangan: sayang sekali tidak meneruskan prestasi yang baik, maka yakinkan bahwa tidak ada manusia yang tak tergantikan. “Selalu ada generasi berikutnya yang akan melanjutkan hal-hal baik. Bahkan lebih baik dari apa yang pernah kita kerjakan. Bukankah lebih mulia menyiapkan sejumlah kader penerus, ketimbang mengalami post power syndrome—terjebak nafsu ingin berkuasa terus menerus?” katanya.

Demokrasi kita harus dikembalikan pada harkatnya, sebagai jalan untuk melayani, jalan untuk mengabdi. Bukan jalan untuk memperkaya diri, apalagi membangun dinasti. “Demokrasi dan kerja-kerja tekun teknokrasi, saya yakini sebagai dua hal yang bisa saling mengisi. Jika hari-hari ini tampak belum terjadi, maka menjadi tugas kita untuk memulai. Insya Allah, dari Jawa Tengah kita akan mengawali,” tambahnya. (fth/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Bangun Karakter Lewat Permainan

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID - Meski baru menginjak dua tahun, prodi S1 Psikologi UM Magelang terus melakukan berbagai kegiatan penunjang. Terbaru mereka mengadakan workshop "Berlian" di...

Polda Siapkan Penanganan Arus Mudik

SEMARANG - Mudik Lebaran masih 2 bulan lagi, namun Polda Jateng sudah mulai melakukan persiapan. Kemarin, jajaran Polda Jateng mulai memelototi hasil evaluasi arus...

Guru Jangan Hakimi Siswa

RADARSEMARANG.COM - SESUNGGUHNYA manusia diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa dalam keadaan suci. Namun setelah anak dewasa dan mengenal lingkungannya, terkadang perilaku atau sikap...

Untuk Beli Pulsa, KIP Dicabut

SALATIGA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) melarang siswa penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP)  menggunakan dana bantuan pendidikan tersebut untuk membeli pulsa telepon seluler. KIP...

Pesawat Cocor Merah jadi Panci  di Kaliangkrik

Seperti halnya Kota Magelang, wilayah Kabupaten Magelang pada agresi militer II Belanda, Desember 1948, juga menjadi medan pertempuran. Tentara Divisi Siliwangi yang hendak hijrah...

Memimpin dengan Sentuhan Keibuan

Selama memimpin PDAM Tirta Moedal Semarang, Etty Laksmiwati dikenal sebagai sosok yang tenang, kalem, murah senyum dan keibuan. Kepemimpinannya jauh dari kesan sangar. Meskipun...