BIMTEK : Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang Anang Budi Utomo saat menjadi pembicara Bimbingan Teknis Pemuda Tanggap Bencana Kota Semarang, kemarin. (AFIATI TSALITSATI / JAWA POS RADAR SEMARANG)
BIMTEK : Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang Anang Budi Utomo saat menjadi pembicara Bimbingan Teknis Pemuda Tanggap Bencana Kota Semarang, kemarin. (AFIATI TSALITSATI / JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sebagai upaya meningkatkan kepedulian dan kesiapsiagaan terhadap bencana oleh seluruh komponen masyarakat, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Semarang, menggelar bimbingan teknis yang melibatkan puluhan pemuda dari seluruh kecamatan yang ada di Kota Semarang, Rabu (18/4). Bencana yang dimaksud tidak terbatas bencana alam semata.

Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang Anang Budi Utomo mengatakan, pemuda sebagai masa depan bangsa harus memiliki kesadaran. Sebab penanggulangan bencana tidak menjadi tanggung jawab pemerintah semata, namun seluruh komponen masyarakat.

Indonesia, dalam hal ini kota Semarang, membutuhkan sumbangsih pemikiran dan kepedulian terhadap apa yang terjadi di lingkungan sekitarnya.

“Karena peran yang sangat strategis pemuda inilah, mereka perlu diberi pembekalan tentang bencana. Nantinya mereka jadi penggerak di wilayahnya masing-masing,” kata Anang usai mengisi Bimbingan Teknis Pemuda Tanggap Bencana Kota Semarang, kemarin.

Selain banjir, tanah longsor dan kekeringan, Kota Semarang juga perlu mewaspadai bencana non alam dan sosial. Khususnya bencana sosial yang dampaknya juga cukup besar. Bencana sosial yang dimaksud oleh Anang adalah yang disebabkan oleh epidemi seperti Flu Burung hingga HIV/Aids.

“Terutama bencana kemiskinan, yang dampaknya luas,” imbuhnya.

Maka dari itu, sambungnya, Semarang membutuhkan pemuda yang kreatif dan inovatif dengan mengembangkan wirausaha. Di sisi lain, dalam konteks penanganan bencana ini pemuda juga mempunyai kepedulian yang besar terhadap bencana.

“Nah karena kalau lingkungan tidak dijaga, maka bisa dihitung berapa tahun daya dukung lingkungan ini akan mampu menyangga kehidupan manusia diatasnya,” tegasnya.

Sementara, Kabid Pemberdayaan Pemuda Dispora Kota Semarang, Sri S Indarwati menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu indikator yang dapat menentukan Kota Semarang menuju Kota Layak Pemuda. Ia berharap, para pemuda ini dapat menjadi pelopor tanggap bencana di Wilayahnya.

“Ini masing-masing dua dari total 16 kecamatan, tapi yang daerah rawan menurut BPBD seperti Genuk, Gunungpati, Tembalang dan Semarang Tengah. Mereka lah yang jadi pelopor tanggap bencana di wilayahnya,” tandas Sri. (tsa/zal)