Pedagang Yaik Masih Belum Pindah ke MAJT

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Puluhan pedagang di Pasar Yaik Baru Kota Semarang masih tetap berjualan di lokasi Pasar Johar. Meskipun Dinas Perdagangan Kota Semarang telah memberikan batas akhir pada 13 April lalu untuk pindah ke kompleks Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).

Wakil Ketua PPJ Unit Pasar Yaik Baru, Slamet Santoso, mengaku semua anggota dari PPJ sudah pindah ke kompleks MAJT. Sedangkan yang belum pindah itu bukan anggota PPJ, tapi liar. “Jadi itu kewenangan Dinas Perdagangan,” katanya.

Terkait dengan kesiapan di lokasi MAJT, ungkapnya, belum sepenuhnya siap, karena ada beberapa jalan yang rusak dan bergelombang. Selain itu, listrik di masing-masing kios untuk pedagang juga belum terpasang. “Sehingga kalau menempatkan barang di kios MAJT masih ragu keamanannya, karena kondisinya masih gelap,” imbuhnya.

Untuk itu, pihaknya berharap agar ada sub terminal angkutan atau bus BRT yang melewati jalur tersebut sehingga Pasar Johar menjadi tempat yang ramai untuk dikunjungi. Selama ini, masih ada akses jalan yang diperbaiki sampai ke Jalan Jolotunda.

“Jalan Jolotundo masuk akses MAJT harus membayar. Kemudian masuk ke penampungan, bayar lagi, sehingga biayanya membengkak. Karena itu harus ada pemangkasan biaya,” harapnya.

Pihaknya berharap agar Ppemerintah Kota (Pemkot) Semarang dapat memperbaiki kekurangan, sehingga pedagang bisa menempatinya dan Pasar Johar menjadi ramai tak merugikan pedagang.

Salah seorang pedagang Emas, Arifin mengaku belum pindah karena dilokasi MAJT masih sepi pembeli. Dirinya tetap berjualan di Yaik Baru. “Kalau jualan emas di MAJT, belum ada yang beli. Karena kondisinya masih sepi. Selain itu, infrastruktur masih belum dibenahi,” katanya. (hid/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -