Mirna Larang Dump Truk Melintas

563
SIDAK: Bupati Kendal Mirna Annisa saat meninjau Jalan Kaliwungu-Boja yang rusak parah akibat dilalui Dump Truk pengangkut galian C, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIDAK: Bupati Kendal Mirna Annisa saat meninjau Jalan Kaliwungu-Boja yang rusak parah akibat dilalui Dump Truk pengangkut galian C, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Geram dengan kondisi jalan kabupaten yang rusak, Bupati Kendal Mirna Annisa mengambil kebijakan melarang dump truk pengangkut hasil tambang galian C untuk melintas. Larangan tersebut berlaku perhari kemarin sampai pengguna jasa dump truk galian C memperbaiki jalan.

Aturan setelah Bupati Mirna meninjau jalan rusak di Jalan raya Kaliwungu-Boja. Mirna mengaku prihatin akan kondisi jalan yang setiap hari padat dilalui ratusan dump truk galian C. Terlebih kondisi jalan mulai banyak yang berlubang dan berdebu akibat dump truk yang memuat tonase berlebih.

Aturan larangan melintas ini berlaku sampai dengan ada komitmen dari PT Waskita Karya dan PT Kawasan Industri Kendal (KIK) untuk memperbaiki jalan. Dua perusahaan tersebut dinilainya adalah penyumbang terbesar dari kerusakan Jalan Kaliwungu-Boja. Sebab selama beberapa tahun terakhir ini, dua perusahaan tersebut banyak menggunakan hasil tambang untuk melakukan pengurukan.

PT Waskita Karya diketahui banyak menggunakan tambang berupa tanah dan batu untuk menguruk lahan proyek Tol Semarang-Batang. Sedangkan PT KIK menggunakan pengurukan untuk menguruk pembangunan kawasan industri di Kaliwungu seluas 2.000 hektare.

“Mulai hari ini di Jalan raya Kaliwungu-Boja ini tidak boleh ada dump truk melintas. Sampai mereka (PT KIK dan PT Waskita Karya, Red) memperbaiki jalan. Karena kasihan warga, setiap harus menghadapi jalan rusak dan macet akibat dump truk,” katanya, kemarin.

Aturan untuk memperbaiki jalan juga dibebankan kepada pengusaha atau pemilik tambang yang menjual hasil tambangnya. Yakni mereka harus bergotong-royong memperbaiki jalan sesuai waktu yang telah disepakati bersama.

Sementara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kendal, Sugiono membenarkan aturan tersebut. Pihak Pemda telah telah melakukan pertemuan dengan PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT KIK dan serta pengusaha tambang galian C. “Dalam pertemuan itu, telah disepakati, dalam waktu dekat ini akan bersama sama memperbaiki jalan tersebut,” ucap Sugiono.

Menurut  salah satu pengusaha Galian C yang sering menggunakan jalan tersebut, Jumarno mengatakan ia sudah mendapatkan informasi larangan beroperasi itu. “Informasi yang saya peroleh larangan dump truk beroperasi mulai besok jumat (20/4). Sebab saat itu akan mulai dilakukan perbaikan jalan,” Kata Jumarno. (bud/bas)