Kota Magelang Miliki BWI

241
PELANTIKAN  : Pengurus Perwakilan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kota Magelang yang resmi dilantik Kamis, (19/4) di halaman Masjid Agung Kota Magelang. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
PELANTIKAN  : Pengurus Perwakilan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kota Magelang yang resmi dilantik Kamis, (19/4) di halaman Masjid Agung Kota Magelang. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Magelang telah melimpahkan segala urusan perwakafan kepada Pengurus Perwakilan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kota Magelang yang resmi dilantik Kamis, (19/4), kemarin.

Wakil Ketua BWI Provinsi Jawa Tengah, Musman Tholib melantik pengurus BWI periode 2018-2021 itu  di sela acara pengajian akbar peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1439 H, di Masjid Agung. Terpilih Ketua Perwakilan BWI Kota Magelang, Mansyur Siraj.

Musman Tholib mengatakan, selama ini BWI memiliki peran dalam memfungsikan dan memanfaatkan wakaf-wakaf di Indonesia agar tidak hilang. Sehingga, nadzir atau pengelola wakaf yang diserahi menerima wakaf, betul-betul bertanggung jawab untuk menjaganya.

“Tanggung jawab untuk memelihara, mengembangkan, dan memberdayakan sesuai harapan dari pemberi wakaf,” kata Musman.

Lebih lanjut, dia menjelaskan BWI memiliki kewenangan untuk mengambil alif wakaf, jika nadzir tidak amanah. Selain itu, BWI juga bisa menunjuk nadzir lain yang dinilai lebih baik.

“Di Jawa Tengah, ada 87.540 lokasi wakaf, berupa tanah maupun persawahan di bawah pengawasan BWI,” tuturnya.

Dari jumlah itu, diperuntukkan untuk tempat ibadah, sarana pendidikan, dan kesehatan. Sedangkan wakaf terbanyak, ada di daerah-daerah besar. Seperti Demak, Pati dan lainnya.

“Tapi, sejauh ini belum ada wakaf yang produktif seperti digunakan untuk membuat pabrik, sehingga bisa mengangkat karyawan dan hasilnya untuk umat,” ujarnya.

Sementar itu, Wakil Wali Kota Magelang, Windarti Agustina menjelaskan, BWI merupakan lembaga negara independen yang dibentuk berdasarkan UU No 41 Tahun 2004 tentang Wakaf. Jadi, ia menegaskan kehadiran BWI bukan untuk mengambil alih aset-aset wakaf yang selama ini dikelola nadzir.

“Adanya perwakilan BWI di Kota Magelang, diharapkan dapat menjadi ujung tombak dalam upaya mewujudkan potensi dan manfaat harga benda wakaf guna kepentingan ibadah dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya membacakan sambutan Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito. (put/lis)