33 C
Semarang
Kamis, 28 Mei 2020

Kades jangan Takut Ngurus PTSL

Another

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Pemkab Batang meminta kepada desa (kades) tidak perlu enggan dan takut mengurus pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) atau sering disebut program nasional agraria (prona).

“Para kades jangan ragu dan takut mengurus PTSL. Jika takut segera konsultasikan ke Kabag Hukum Setda, Polres dan Kejaksaan daripada ada masalah hukum di kemudian hari,” tegas Bupati Batang Wihaji dalam sosialisasi Inpres Percepatan PTSL  No 2 Tahun 2018 di aula kantor bupati setempat, Kamis (19/4).

Hadir pada acara itu Kapolres Batang AKBP Edi Suranta Sinulingga, kasi datun mewakili Kejaksaan Negeri Batang, perwakilan Kodim 0736 Batang, kepala BPN Batang dan stake holder.

Lanjut Wihaji, kepada daerah selaku tangan panjang pemerintah pusat wajib melaksanakan instruksi presiden melalui Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Targetnya 44 ribu bidang bersertifikat, sehingga Pemkab harus membackup melalui kepala desa sebagai leading sector di tingkat desa.

“Kita siap melaksanakan perintah untuk target 44 ribu bidang. Tapi tolong kasih tahu kita caranya bagaimana agar tidak melanggar aturan. Sehingga programnya berjalan dan target tercapai sesuai jadwal yang ditentukan,” papar Wihaji kepada pemangku kepentingan yang hadir saat itu.

Program tersebut sangat riskan. Karena ketidaktahuan kepala desa tentang regulasi, tidak menutup kemungkinan dapat menyalahi aturan. Bahkan bisa berpotensi pelaporan warga terhadap permasalahan tersebut.

Kepala BPN Kabupaten Batang Triono mengatakan, PTSL merupakan instruksi presiden dan Menteri Agraria agar disampaikan kepada semua stake holder, birokrasi perangkat daerah.

PTSL bertujuan untuk mengurangi konflik masalah tanah. Diharapkan sampai 2025 semua tanah di Indonesia terdaftarkan dan tersertifikat.

“Target PTSK tahun 2018 ada  44 ribu bidang. Terdiri 44 desa  sebagai lokasi PTSL sehingga di Batang semua tanah terpetakan terdaftar dan tersertifikatkan,” jelas Triono. (han/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

More Articles Like This

Must Read

Perubahan Aturan Bikin Pusing PSIS

SEMARANG – Menjelang bergulirnya kompetisi Liga 2 atau Divisi Utama yang diikuti PSIS, manajemen tim berjuluk Mahesa Jenar ini masih dipusingkan dengan regulasi. Terutama...

Banyak Bangunan Mangkrak di Salatiga

SALATIGA - Kinerja Pemkot Salatiga di masa kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Yulianto-Muh. Haris (Yaris) dipertanyakan. Sebab, banyak pembangunan fasilitas tidak dapat...

Antrian Haji akan Lebih Cepat

KENDAL-Kabar penambahan kuota jamaah haji asal Indonesia sebesar 20 persen membuat para calon jamaah haji lega. Pasalnya, jika direalisasikan, para calon haji yang sudah...

Hendi Apresiasi Kawula Muda Junjung Toleransi

SEMARANG - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengapresiasi kerukunan dan persatuan antaragama yang ditunjukkan kawula muda Kota Semarang dalam selebrasi pergelaran sosial dan budaya...

Grobogan Belajar E System di Batang

BATANG-Keberhasilan Pemkab Batang dalam menerapkan Ilmu Teknologi (IT) di dalam sistem kerjanya, salah satunya dengan E System yang bisa diakses secara online, menarik perhatian...

WISATAWAN ASING MULAI LIRIK SEMARANG

Sejumlah wisatawan Jerman menyusuri lorong bangunan di gedung Lawang Sewu, Semarang, Senin (13/3). Selain Lawang Sewu, sebanyak 190 wisatawan asal Jerman tersebut juga berkunjung...