33 C
Semarang
Kamis, 24 September 2020

Kades jangan Takut Ngurus PTSL

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Pemkab Batang meminta kepada desa (kades) tidak perlu enggan dan takut mengurus pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) atau sering disebut program nasional agraria (prona).

“Para kades jangan ragu dan takut mengurus PTSL. Jika takut segera konsultasikan ke Kabag Hukum Setda, Polres dan Kejaksaan daripada ada masalah hukum di kemudian hari,” tegas Bupati Batang Wihaji dalam sosialisasi Inpres Percepatan PTSL  No 2 Tahun 2018 di aula kantor bupati setempat, Kamis (19/4).

Hadir pada acara itu Kapolres Batang AKBP Edi Suranta Sinulingga, kasi datun mewakili Kejaksaan Negeri Batang, perwakilan Kodim 0736 Batang, kepala BPN Batang dan stake holder.

Lanjut Wihaji, kepada daerah selaku tangan panjang pemerintah pusat wajib melaksanakan instruksi presiden melalui Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Targetnya 44 ribu bidang bersertifikat, sehingga Pemkab harus membackup melalui kepala desa sebagai leading sector di tingkat desa.

“Kita siap melaksanakan perintah untuk target 44 ribu bidang. Tapi tolong kasih tahu kita caranya bagaimana agar tidak melanggar aturan. Sehingga programnya berjalan dan target tercapai sesuai jadwal yang ditentukan,” papar Wihaji kepada pemangku kepentingan yang hadir saat itu.

Program tersebut sangat riskan. Karena ketidaktahuan kepala desa tentang regulasi, tidak menutup kemungkinan dapat menyalahi aturan. Bahkan bisa berpotensi pelaporan warga terhadap permasalahan tersebut.

Kepala BPN Kabupaten Batang Triono mengatakan, PTSL merupakan instruksi presiden dan Menteri Agraria agar disampaikan kepada semua stake holder, birokrasi perangkat daerah.

PTSL bertujuan untuk mengurangi konflik masalah tanah. Diharapkan sampai 2025 semua tanah di Indonesia terdaftarkan dan tersertifikat.

“Target PTSK tahun 2018 ada  44 ribu bidang. Terdiri 44 desa  sebagai lokasi PTSL sehingga di Batang semua tanah terpetakan terdaftar dan tersertifikatkan,” jelas Triono. (han/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

MKH Beri Sanksi 31 Hakim

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Sepanjang 2009-2017 secara nasional ada 31 hakim yang sudah dijatuhi sanksi pemberhentian tetap dalam sidang Majelis Kehormatan Hakim (MKH) yang diadakan...

Terus Sosialisasikan Program JKN-KIS

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA - Pemerintah Kota Salatiga memberikan sosialisasi JKN-KIS kepada 228 orang peserta dari unsur ASN yang terdiri dari unsur lurah dan camat serta...

Perluas Pasar, Digital Marketing Wajib

SEMARANG-Banyak pelaku usaha yang belum memaksimalkan manfaat digital marketing. Akibatnya, banyak perusahaan yang akhirnya gulung tikar ataupun bangkrut karena kurang melakukan inovasi. "Kesulitannya terbanyak, pelaku...

Korban Pencabulan Guru Bertambah

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Korban pelecehan seksual yang diduga dilakukan oknum guru SD Karangayu 2 Semarang Barat berinisial FO, diperkirakan lebih dari satu orang. Diduga...

UTC Semarang Fokus Garap MICE

SEMARANG-Persaingan hotel di Kota Semarang semakin ketat. Namun hotel baru tetap bermunculan dengan menawarkan berbagai macam konsep dan keunggulan masing-masing. Berdirinya UTC Semarang Hotel di...

Pasang Peringatan di Jalur Salatiga-Magelang

MUNGKID--Jalur Salatiga-Magelang merupakan daerah rawan kecelakaan yang disebabkan kondisi menurun, banyak tikungan serta padat kendaraan. Polsek Pakis memasang banner peringatan rawan kecelakaan yang cukup besar...