33 C
Semarang
Senin, 6 Juli 2020

Genjot Fashion dan Kerajinan Tangan

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Subsektor industri fashion dan kerajinan tangan terus digenjot oleh pemerintah, karena kontribusinya yang besar dalam pertumbuhan ekonomi.  Berdasarkan data Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), kontribusi ekonomi kreatif terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2014 adalah Rp 784,82 triliun atau meningkat 8,6 persen pada 2015 menjadi Rp 852 triliun.

Deputi Riset, Edukasi dan Pengembagan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Abdurohim Boy Berawi mengatakan bahwa sektor ekonimi kreatif seperti kuliner, kriya, dan fashion, memberikan kontribusi sebesar 41,69 persen, fashion 18,15 persen, dan kriya 15,70 persen. Selain itu, industri film tumbuh 10,28 persen, musik 7,26 persen, seni serta arsitektur 6,62 persen, dan game tumbuh 6,68 persen.

”Khusus untuk fashion, perubahannya cukup cepat dalam hitungan bulan, selalu muncul mode fashion baru. Ini tak lepas dari produktivitas para desainer fashion lokal yang inovatif dan kreatif,” jelasnya dalam Workshop dan Sosialisasi Trend Forecasting di Kampus Unnes Sekaran, Gunungpati, kemarin.

Kendati begitu, jelasnya, subsektor ini memiliki tantangan besar. Dalam industri fashion, desainer dalam negeri kurang mendapatkan tempat dan kalah bersaing dengan produk impor atau desainer dari luar negeri. Tantangan lainnya, belum sinerginya industri hulu ke hilir, mulai dari pabrik tekstil atau garmen, perancang busana, sampai pemasaran.

Ia mengaku terus melakukan pendampingan kepada pelaku industri fashion di Indonesia, untuk mendorong sub sektor ini agar semakin besar. Selain itu, berencana mengeluarkan kebijakan untuk mendorong penggunaan karya fashion dalam negeri. Salah satunya melancarkan ketersediaan bahan baku, sampai promosi produk-produk fashion dalam negeri di pasar domestik dan global.

Terpisah Anggota Komisi X DPR RI, Mujib Rohmat menuturkan jika indutsri fashion dalam negeri harus dikembangkan, salah satunya mendorong pemerintah untuk melakukan pendampingan berupa riset, edukasi dan pengembangan industri. “Bisa jadi mempermudah akses dan permodalan, infrastruktur, pemasaran, fasilitasi HAKI dan sertifikasi profesi, hubungan antar lembaga dan wilayah,” tambahnya. (den/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Hoax, BMKG Tegaskan Gerhana Bulan Total Tidak Timbulkan Radiasi

JawaPos.com - Fenomena Gerhana Bulan Total (GBT) memang menjadi peristiwa langka karena menjadi GBT terlama sepanjang abad ke-21 ini. Sayangnya, ada saja pihak-pihak yang...

Kirab Alquran Raksasa, Libatkan Santri Tiga Ponpes

RADARSEMARANG.COM - Sejumlah kampung tematis berdiri di Kota Semarang. Tapi, kampung tematis satu ini beda. Kampung Kauman, Semarang Tengah, mendeklarasikan sebagai Kampung Alquran. Seperti...

Napi Teroris Tolak Menyoblos

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Dua narapidana teroris (napiter) menolak untuk ikut coblosan dalam perhelatan Pilgub Jawa Tengah di TPS 15 (Khusus) Lapas 2A Kota Magelang....

Kinerja Karyawan TKL Akan Dinilai dengan Poin

MAGELANG – Perusahaan Daerah Objek Wisata (PDOW) Taman Kyai Langgeng (TKL) terpacu meningkatkan kinerja untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Apalagi, manajemen TKL baru...

Tanam 200 Pohon, Hijaukan Lapangan Desa Wonokerto

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Kondisi alam pedesaan yang gersang memacu masyarakat untuk melakukan penyelamatan. Karena itu, warga bersama aparat TNI melakukan aksi tanam secara massal....

Populerkan Lagi Dolanan Anak

SEMARANG – Ratusan anak-anak di Kelurahan Muktiharjo Kidul nampak antusias ketika mereka diajari bermain dolanan anak oleh anggota Pusat Kependudukan Perempuan dan Perlindungan Anak,...