Bursa Kerja Khusus (BKK) Jalan Menuju Sukses Lulusan SMK

426
Oleh: Fahmi, S.TP.
Oleh: Fahmi, S.TP.

RADARSEMARANG.COM – SELURUH rangkaian ujian akhir untuk siswa-siswi SMK telah selesai. Baik USBN, UKK, dan UNBK. Jika ujian akhir telah selesai dijalani oleh para siswa, maka bisa dikatakan seluruh rangkaian kegiatan pembelajaran siswa kelas XII telah berakhir. Artinya, para siswa hanya tinggal menunggu hasil kelulusan. Tahun ini, diperkirakan ada 1,48 juta siswa SMK yang mengikuti Ujian Nasional. Mereka tersebar di 13.054 SMK se-Indonesia. (Sumber: CNN Indonesia.com).

Dari data tersebut, kita akan lihat ada sekitar 1,48 juta lulusan siswa SMK. Lantas, akan ke mana lulusan SMK itu selanjutnya? Melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggikah? Bekerja? Atau…? Seperti diketahui, pendidikan di SMK merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik mampu bekerja di bidang tertentu. Harapannya, lulusan SMK punya pengetahuandan keterampilan untuk mengisi lapangan pekerjaan.

Salah satu indikator kesuksesan sebuah lembaga pendidikan kejuruan, bukan hanya dinilai dari perolehan nilai Ujian Nasional (UN), dengan tingkat kelulusan tinggi. Tapi juga ditentukan seberapa besar lulusan dapat terserap oleh dunia kerja. Karena itu, biasanya sekolah memiliki program kerja yang dapat memberikan bimbingan karier kepada siswanya pada jam tertentu. Juga memberikan informasi peluang kerja kepada calon lulusan. Serta, membuka link and mach dengan lembaga pengguna tamatan. Upaya lain, membina kerja sama dengan lembaga untuk meningkatkan kompetensi siswa.

Dalam hal mempersiapkan siswa terjun ke dunia kerja inilah yang harus jadi pemikiran bersama. Sudahkah kita mempersiapkan mereka sebagai sumber daya manusia (SDM) yang layak atau memenuhi syarat yang diinginkan dunia usaha atau dunia industri? Ada dua hal penting yang harus kita siapkan. Pertama, kesiapan fisik, mental, dan skill lulusan SMK.

Kedua, perlunya peran penghubung (agen) yang menjembatani para lulusan SMK dengan dunia usaha/ dunia industri. Agen tersebut memberikan banyak bantuan kepada para lulusan untuk dapat mengakses perusahaan-perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. Di sinilah, kiranya perlu kehadiran Bursa Kerja Khusus (BKK). BKK merupakan bursa kerja yang memberikan informasi pasar kerja, pendaftaran pencari kerja, memberi penyuluhan, dan bimbingan jabatan, serta penyaluran dan penempatan pencari kerja.

Strategi pengelolaan BKK yang umum adalah menjalin kemitraan yang saling menguntungkan dengan dunia usaha/dunia industri. Dalam hal ini, urusan penempatan lulusan bukan semata-mata kebutuhan dan keuntungan sekolah saja. Tetapi, BKK harus mampu menyakinkan kepada mitra kerja bahwa mereka juga akan menuai keuntungan jika dapat mengembangkan kerja sama dengan BKK.

Beberapa kriteria dunia usaha/dunia industri yang menjadi mitra BKK, antara lain, perusahaan yang legal; memiliki dan menerapkan peraturan yang melindungi tenaga kerja; menerapkan kontrak kerja yang jelas dan menjamin keselamatan kerja para tenaga kerja.

Nah, apakah Anda termasuk siswa SMK yang lulus tahun ini atau lulusan SMK tapi masih nganggur? Yuk kita manfaatkan BKK di sekolah masing-masing agar dapat meraih masa depan yang lebih gemilang. Sukses itu perlu proses, mari kita jadikan SMK sebagai Sekolah Mengentaskan Kemiskinan. (*/isk)

Guru SMK Negeri 1 Salam, Magelang