DIALOG : Bupati Pekalongan Asip Kholbihi saat berdialog dengan Kepala Desa se-Paninggaran dan warga, di Desa Paninggaran. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)
DIALOG : Bupati Pekalongan Asip Kholbihi saat berdialog dengan Kepala Desa se-Paninggaran dan warga, di Desa Paninggaran. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, KAJENBanyak bidan desa yang enggan mengabdi di desa terpencil, seperti di Kecamatan Paninggaran, Petungkriyono, Kadangserang, dan Doro, Kabupaten Pekalongan. Hal tersebut terungkap saat Bupati Asip Kholbihi berdialog dengan  seluruh Kepala Desa se Kecamatan Paninggaran, Rabu (18/4).

Para bidan desa tersebut, sebelum dilantik dan diangkat menjadi CPNS menetap dan tinggal di desa yang dijadikannya tempat bertugas. Namun setelah dilantik dan diambil sumpahnya menjadi PNS, justru enggan ditugaskan di desa tersebut.

Padahal Pemkab memberikan tunjangan tambahan khusus pada mereka yang bertugas di daerah terpencil. Dengan tidak adanya bidan, pelayanan kesehatan di desa terpencil menjadi tidak maksimal, seperti yang terjadi pada Desa Lembanggelun, Kecamatan Paninggaran. Warga harus menempuh jarak lebih dari 10 kilometer untuk menuju Puskesmas Paninggaran.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, mengaku sangat kecewa terhadap sikap bidan desa tersebut. Menurutnya, kondisi ini menimbulkan permasalahan, di mana masyarakat desa kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan secara maksimal, akibat bidan desa tidak bisa setiap saat melayani warga.

“Ketika melantik bidan-bidan dan ditugaskan di desa, harapan saya mereka ya melakukan tugasnya di desa, sama seperti ketika belum dilantik, tapi ternyata terungkap ada bidan desa tidak menetap, sehingga membuat masyarakat menjadi kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan,” ungkap bupati.

Untuk mengatasi masalah tersebut, bupati langsung mengambil langkah cepat. Seperti menerima masukan yang disampaikan oleh Kepala Desa Lembanggelun, Kecamatan Paninggaran, yakni menerapkan pola pemberdayaan SDM lokal, sehingga bidan desa merupakan warga desa setempat.

“Kalau ada warga desa yang menjadi bidan, saya langsung lantik dan bertugas di desanya. Silakan Pak Lurah atau siapa, boleh mengajukan langsung. Jika di desa itu ada bidan nanti akan kami pekerjakan, akan kami atur pola kerjasamanya dengan Pemkab. Sehingga anak-anak di desa itu akan bekerja sebagai bidan di desanya,” tegas bupati.

Sementara itu, Sekretaris Camat Paninggaran, Edi Yulianto, membenarkan minimnya bidan desa yang bertugas.

“Memang ada beberapa bidan desa yang seharusnya menetap dan bekerja di mana dia ditempatkan, masih melakukan tugasnya di Puskesmas Paninggaran,” jelas Edi. (thd/zal)