Bekali Masyarakat Cara Pertolongan Gawat Darurat

264
PERTOLONGAN DARURAT : Ketua TP PKK Kota Semarang Krisseptiana Hendrar Prihadi didampingi Dirut RSUD K.R.M.T Wongsonegoro, Susi Herawati, memperagakan pertolongan pada kegawatdaruratan. (Ist)
PERTOLONGAN DARURAT : Ketua TP PKK Kota Semarang Krisseptiana Hendrar Prihadi didampingi Dirut RSUD K.R.M.T Wongsonegoro, Susi Herawati, memperagakan pertolongan pada kegawatdaruratan. (Ist)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Bersama Paguyuban Rumah Sakit se-Kota Semarang menyelenggarakan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar Bagi masyarakat se-Kota Semarang. Kegiatan tersebut untuk membekali masyarakat dalam memberikan pertolongan pada kegawatdaruratan. Kegiatan berlangsung di Gedung Balai Kota Semarang, Rabu (18/4).

Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka HUT ke-471 Kota Semarang itu diikuti oleh sebanyak 1.700 peserta dari PKK, Karang Taruna, Forum RT RW se-Kota Semarang, Forum LPMK, perwakilan OPD, serta tokoh masyarakat dan dilaksanakan serentak di 16 kecamatan. Penyelenggaraannya dilatarbelakangi adanya kondisi di masyarakat yang sangat membutuhkan kemampuan untuk memberikan pertolongan pertama pada situasi kegawatdaruratan.

Dari data yang dihimpun oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Semarang tahun 2016 menyebutkan bahwa jumlah angka kematian mencapai 11,165 juta jiwa yang sebagian besar terjadi karena terlambat dalam penanganan terhadap korban.

Ketua TP PKK Kota Semarang Krisseptiana Hendrar Prihadi memberi apresiasi kepada keluarga besar RSUD K.R.M.T Wongsonegoro atas inisiatifnya dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Menurutnya, disadari maupun tidak, di lingkungan sekitar seringkali terjadi peristiwa atau musibah seperti kebakaran, kecelakaan, maupun hal-hal lain yang berpotensi mengancam keselamatan seseorang. Ketika dalam situasi seperti itu, terkadang kita melihat sendiri ada korban musibah yang mengalami gagal nafas atau henti jantung. Pada saat dihadapkan dalam posisi seperti itu, tentu akan merasa bersalah ketika kita tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya menunggu petugas kesehatan datang.

“Daru itulah, menjadi sangat penting kita mengenal lebih dalam yang namanya Bantuan Hidup Dasar, serta belajar bagaimana memberikannya kepada orang yang membutuhkan,” ujar istri Wali Kota Semarang, itu.

Meski bukan bagian dari tenaga kesehatan, masyarakat tetap dianggap perlu mengenal bagaimana cara memberikan Bantuan Hidup Dasar secara umum. ”Karena dengan pertolongan dasar ini akan sangat bermanfaat dalam memberikan peluang kehidupan sebelum seseorang mendapatkan pertolongan lebih lanjut,” pungkasnya.

Pembahasan detail tentang materi pelatihan disampaikan oleh instruktur yang telah berpengalaman di bidangnya seperti dokter atau tenaga kesehatan dari rumah sakit yang terlibat.

Direktur Utama RSUD K.R.M.T Wongsonegoro, Susi Herawati menyampaikan bahwa melalui pelatihan ini diharapkan para peserta dapat bermanfaat bagi orang-orang yang ada di sekitarnya, dengan memberikan pertolongan serta dapat mewujudkan Semarang sebagai Kota Sehat. (zal)