RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Mantan petinju nasional, Ferdinand, 40, ditangkap aparat Polsek Semarang Utara, dan dijebloskan ke ruang tahanan Mapolrestabes Semarang. Penahanan ini buntut dari kasus pembakaran rumah miliknya berlokasi di Jalan Kakap RT 06 RW 01, Kuningan, Kecamatan Semarang Utara, Sabtu (14/4) sekitar pukul 12.30 lalu.

Akibat perbuatannya, api sempat merembet dan membakar rumah di belakangnya yang dihuni Safii, 27. Beruntung, kobaran api diketahui oleh Muinah, 22, istri Safii, dan langsung berteriak memberitahu suaminya. Para tetangga yang mengetahui kejadian itu langsung berupaya memadamkan api.

Kapolsek Semarang Utara, Kompol Andis Arfan, menjelaskan, setelah kejadian itu anggotanya langsung mengamankan pelaku Ferdinand untuk dimintai keterangan. Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pengumpulan alat bukti termasuk meminta keterangan saksi-saksi, yang bersangkutan memenuhi unsur tindak pidana.

“Dari fakta di lapangan diketahui pelaku membakar kasur di kamarnya, dan api mulai membesar lalu merembet ke atap rumah,” ungkapnya, Rabu (18/4) kemarin.

Andis membeberkan, aksi pembakaran itu diduga sengaja dilakukan oleh Ferdinand karena tersulut emosi. Sebelumnya, mantan petinju nasional ini terlibat cekcok dan ribut dengan istrinya terkait masalah rumah tangganya.

“Sebelumnya pelaku terlibat perselisihan rumah tangga, hingga pelaku emosi dan membakar kasur,” bebernya.

Akibat perbuatannya, Ferdinand bakal dijerat pasal 187 subsider 188 KUHP dengan acaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. Pihak Polsek Semarang Utara melimpahkan pelaku ke tahanan Polrestabes Semarang dengan sejumlah pertimbangan.

“Yang bersangkutan sudah kita tahan, karena pertimbangan lain, pelaku kami titipkan di ruang tahanan Polrestabes Semarang,” katanya.

Selain pembakaran rumah, Andis juga mengakui telah mendapat laporan dari masyarakat terkait ulah Ferdinand yang dinilai sangat meresahkan masyarakat. Pelaku juga melakukan pengerusakan di sebuah minimarket tak jauh dari rumahnya. “Nanti ada dua berkas kasus yang berbeda. Saat ini, masih kita lakukan pengembangan terkait kasus ini. Kami belum memeriksa terlapor, karena keterangan saksi belum lengkap,” ujarnya. (mha/aro)