33 C
Semarang
Jumat, 5 Juni 2020

Tega, Habis Melahirkan, Bayi Disimpan di Lemari

Another

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur...

Religiusitas dan Kedekatan Didi Kempot dengan Kaum Santri (13)

Ada sejumlah lagu Didi Kempot yang memperlihatkan sisi religiusitas maestro campursari itu, termasuk satu di antaranya yang belum sempat...

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA-Warga sekitar rumah kos di Jalan Brigjend Sudiarto, Kelurahan Kalicacing,  Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, Selasa (17/4) kemarin, dibuat gempar. Pasalnya, di salah satu kamar kos di lantai 2 ditemukan bayi perempuan dalam kondisi tewas yang disimpan di dalam lemari. Ternyata bayi yang baru dilahirkan itu sengaja dimasukkan ke lemari oleh ibu kandungnya, Yul, 20, warga Tegalrejo, Gubug, Cepogo, Boyolali untuk menutupi aibnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang, Yul yang merupakan pekerja swasta sudah beberapa lama memang kos di lokasi tersebut. Kasus ini terbongkar saat Ria, 46, yang tinggal di rumah tersebut curiga terhadap pelaku, karena terlihat kurang sehat pada pagi hari sekitar pukul 07.00. Selain itu, Ria melihat bercak darah di celana pelaku.

Saat Yul ditanya soal darah tersebut, ia mengaku kalau sedang menstruasi yang tembus ke celana. Namun saksi Ria tidak percaya begitu saja. Ia masih curiga dengan jawaban pelaku.

Ria kemudian mengungkapkan hal itu kepada Sutrimah, 46, wanita yang dituakan di kos tersebut. Karena penasaran, sekitar pukul 13.00, Sutrimah mengajak rekannya, Erna Sugiyanti, untuk mengecek kamar Yul. Saat menggeledah kamar itulah, keduanya kaget karena mendapati bayi yang dibungkus kain sprei sudah dalam keadaan tidak bernyawa di dalam lemari. Keduanya pun melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Salatiga yang jaraknya tidak jauh dari lokasi kejadian.

Polisi yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian guna melakukan pemeriksaan. Setelah berkoordinasi dengan dokter puskesmas, polisi membawa pelaku dan mengevakuasi mayat bayi ke RSUD Kota Salatiga untuk dilakukan pemeriksaan.

Sore hari sekitar pukul 17.00, anggota Polsek Sidomukti yang dipimpin Kanit Reskrim AKP Imam Joko Lelono bersama dengan personel Polres Salatiga mendatangi lokasi guna melakukan olah TKP.

Hasil pemeriksaan polisi, Yul mengaku jika sekitar September 2017 lalu dirinya positif hamil di luar pernikahan resmi. Namun hingga usia kandungan tujuh bulan, tidak ada satu pun temannya yang mengetahuinya. Puncaknya, pada Senin (16/3) sekitar  pukul 21.00, ia merasa perutnya sakit dan mulas. Keesokan harinya sekitar pukul 04.00, ia bermaksud buang air besar karena perutnya masih sakit, namun tidak bisa.

Selanjutnya pelaku kembali tiduran di kamar kosnya. Bukannya mereda, perutnya justru semakin sakit. Belakangan diketahui, perut Yul sakit lantaran hendak melahirkan. Hingga selang 30 menit, Yul melahirkan bayi dalam keadaan hidup.

Karena panik, pelaku kemudian membungkus bayi tak berdosa itu dengan kain sprei yang belepotan darah. Selanjutnya, bungkusan bayi itu dimasukkan ke dalam lemari kecil di kamarnya. Diduga karena kesulitan bernafas, bayi malang itu pun menemui ajal.

Kapolres Salatiga AKBP Yimmy Kurniawan mengatakan, atas perbuatannya, pelaku akan dijerat pasal 82 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU Nomor 01 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. “Hingga kini pelaku masih dalam pemeriksaan intensif,” katanya. (sas/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur sebelumnya: Surabaya bisa seperti Wuhan....

Religiusitas dan Kedekatan Didi Kempot dengan Kaum Santri (13)

Ada sejumlah lagu Didi Kempot yang memperlihatkan sisi religiusitas maestro campursari itu, termasuk satu di antaranya yang belum sempat dirilis. Menurut para sahabat, yang...

Luka Lama

Semua bisa merasakan: betapa irinya Trump. Iri kepada Putin. Iri kepada Xi Jinping. Iri pada kekuasaan mereka berdua. Yang tidak dimiliki oleh seorang Presiden Amerika. Betapa gemes tangan...

Baru Kali Ini Ada Yang Sampai Naik Pohon buat Joget (12)

Sembilan lagu Didi Kempot berhasil menggoyang panggung dan ribuan penonton Synchronize Fest 2019 sampai pukul 1 dini hari. Sebenarnya sudah siap tampil di festival...

More Articles Like This

Must Read

Penanganan Pidana Anak Diistimewakan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Persoalan penanganan anak bermasalah dengan hukum akhirnya mengemuka dalam perbincangan publik maupun media sosial di Jateng. Belum lama ini, putusan banding terhadap pembunuh...

Pemegang Senjata Api Jalani Tes Psikologi

MAGELANG—Sebanyak 80 personel Polres Magelang Kota mengikuti tes psikologi di Aula Mako 1 Polres Magelang Kota, Selasa (12/12). Tes yang digelar Bagian Sumber Daya...

Dituduh Membunuh, TKW Depresi Berat

PURWOREJO—Fatimah, 40, warga Desa Luwerlor, Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo, TKW yang bekerja di Malaysia diduga mengalami gangguan kejiwaan. Untuk diketahui, sudah 2 tahun lamanya,...

Studi Wisata Budaya, PAD dan Pelayanan One Stop Service Kependudukan 

DPRD Kabupaten Demak belum lama ini melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Yaitu, ke DPRD Kota Samarinda, dan DPRD Kota Balikpapan....

Dari Teller Jadi Trainer

RADARSEMARANG.COM - BAGI Rahemas Pamesti, pekerjaan yang digeluti saat ini harus membuat dirinya banyak belajar dibandingkan pekerjaan  sebelumnya. Ya, wanita cantik yang akrab disapa...

Membaca Jadi Pemicu Gairah Menulis

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Budayawan Prie GS, mengingatkan pentingnya membaca dalam mempengaruhi karya penulisan seseorang. Hal itu disampaikan saat mengisi Workshop Penulisan Karya Ilmiah Populer...