33 C
Semarang
Minggu, 12 Juli 2020

SMP Negeri 12 Semarang Sekolah Ramah Anak

Punya 22 Ekstrakurikuler

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM – SOBAT Eksis, tahu nggak program Sekolah Ramah Anak? Kalau penasaran, datang saja ke SMP Negeri 12 Semarang. Ya, sekolah di Jalan Ace No 42, Srondol Wetan, Banyumanik, Kota Semarang ini telah menggalakkan program Sekolah Ramah Anak sejak tiga tahun terakhir.

“Program ini untuk mendukung Kota Semarang mendapat predikat Kota Layak Anak. Salah satunya dari aspek pendidikan dengan program Sekolah Ramah Anak. Program ini pula yang tiga tahun terakhir digalakkan di SMPN 12 Semarang,” kata Kepala SMPN 12 Semarang, Drs Suwarno Agung Nugroho MM kepada Tim Eksis Radar Semarang.

Agung mengatakan, di satuan pendidikan yang dipimpinnya dalam mewujudkan Sekolah Ramah Anak telah menerapkan anti bullying dan kekerasan. Ia mewanti-wanti kepada seluruh pihak untuk saling menghormati dan menghargai.

“Seiring dengan itu, sekolah kemudian berusaha melayani anak-anak dengan memfasilitasi apa yang menjadi minat dan keinginannya. Sehingga betul-betul mereka nyaman untuk belajar dan sekolah,” ungkapnya.

Agung menjelaskan, dengan memfasilitasi siswa untuk menyalurkan bakat, pihaknya juga secara tidak langsung memperkaya anak didiknya dengan soft skill. Sebagai informasi, SMPN 12 Semarang memiliki 22 ekstrakurikuler yang mencakup akademik maupun non akademik.

“Kalau mereka (para siswa) tidak diberi soft skill yang memadai, ke depan dia nggak punya daya saing dan daya dobrak. Dari puluhan ekstra itu, mereka bebas memilih. Itu (22 ekstrakurikuler) belum semuanya,” jelas dia.

Salah satu ekstra yang tidak tercantum resmi di sekolah, yakni seni merajut. Menurutnya, ini salah satu kegiatan yang bahkan memberikan benefit bagi siswa itu sendiri. Sebab, salah satu karya rajutan siswa pernah dijual seharga Rp 800 ribu. “Kita tidak ingin ketika lulus mereka tidak punya keterampilan apa-apa,” imbuhnya.

Selain itu, Agung juga bersyukur dengan sinergitas dari paguyuban orangtua siswa. Sebab, dengan kerja sama yang terjalin baik antara sekolah dan paguyuban orangtua inilah yang menjadikan sekolah lebih baik, dan lebih tertata.

“Mereka care sekali. Kita punya ruang parenting yang seminggu sekali digunakan untuk berkumpul bertukar informasi antar orangtua yang menyangkut perkembangan belajar putra-putrinya,” terangnya.

Dalam gelaran ulang tahun ke-39 beberapa waktu lalu, nuansa kesenian begitu terasa dalam acara perayaan. Kesenian modern hingga tradisional terjadi, termasuk Agung sendiri secara khusus menciptakan lagu dan secara piawai memainkan biolanya.

Agung tak menampik jika Spedulas (nama keren SMPN 12 Semarang), dikenal dengan siswa-siswi bertalenta seni tinggi. Lomba karawitan, tari tradisional, dan geguritan, bisa dibilang Spedulas telah banyak memenangi. Namun Agung tak jumawa. Ia hanya bersyukur kepada para orangtua yang telah mempercayakan SMPN 12 Semarang sebagai sekolah pilihan putra-putrinya.

“Memang banyak yang bilang, kalau mereka yang ingin berkembang seninya, larinya kesini (SMPN 12 Semarang). Bahkan biasanya jauh sebelum PPD (Penerimaan peserta didik) sudah ada yang inden, ini loh pak anak saya pintar main musiknya, olahraganya bagus,” bebernya.

Menurut Agung, melalui seni, karakter anak akan lebih terbentuk serta juga menambah nilai-nilai luhur. Bahkan, mengasilkan ekonomi kreatif. Meski begitu, Agung tetap memperhatikan bidang akademik. Dari semua itu, Agung mengaku tidak dapat tercipta jika tanpa dukungan dari para orangtua siswa.

“Mereka itu tidak segan untuk men-support kegiatan anak-anaknya. Termasuk sekarang anak-anak ini bisa merasakan, di Spedulas tiada hari tanpa prestasi,” tandasnya. (tsa/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tuntut 3 Petani Dibebaskan

KENDAL—Puluhan petani dari Surokonto Wetan, Kecamatan Pageruyung¸ kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendal. Aksi ini menuntut tiga petani...

Ingatkan Siswa Bahaya Narkotika

MAGELANG – Sudah dua bulan terakhir ini, para pejabat di lingkungan Polres Magelang Kota keluyuran ke sekolah-sekolah. Setiap Senin, mereka menjadi pembina upacara di...

Melongok Kebun Hidroponik Agrofarm Bandungan, Kabupaten Semarang

SIANG kemarin, Veronica Sulistya Novita Candra Devi tampak serius mengamati aneka tanaman yang tumbuh subur di green house hidroponik Agrofarm Bandungan, Kabupaten Semarang. Sesekali...

Temukan Makam Raden Kanduran di Komplek PT KLI

KENDAL—Dinas Pariwisata Kendal menemukan situs makam yang diyakini merupakan makam tokoh besar kerajaan Demak sekaligus penyebar agama Islam di Kendal. Tokoh tersebut yakni Raden...

Sat Brimob Dituntut Tingkatkan Pelayanan dan Profesionalisme

SEMARANG – Satuan Brigade Mobil (Sat Brimob) Polda Jateng didorong untuk terus meningkatkan profesionalisme dalam bertugas. Selain itu, Satuan Brimob juga harus mampu dalam...

Bongkar Bangunan Liar di Saluran Irigasi

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Ratusan bangunan liar di sepanjang saluran irigasi Jragung, utamanya yang ada di wilayah Desa Tlogorejo, Kecamatan Karangawen, kemarin dibongkar. Pembongkaran yang...