SMP Negeri 12 Semarang Sekolah Ramah Anak

Punya 22 Ekstrakurikuler

1278
KOMPAK: Kepala sekolah bersama para guru SMP Negeri 12 Semarang saat puncak hari jadi ke-39 lalu. (TIM EKSIS SPEDULAS)
KOMPAK: Kepala sekolah bersama para guru SMP Negeri 12 Semarang saat puncak hari jadi ke-39 lalu. (TIM EKSIS SPEDULAS)

RADARSEMARANG.COM – SOBAT Eksis, tahu nggak program Sekolah Ramah Anak? Kalau penasaran, datang saja ke SMP Negeri 12 Semarang. Ya, sekolah di Jalan Ace No 42, Srondol Wetan, Banyumanik, Kota Semarang ini telah menggalakkan program Sekolah Ramah Anak sejak tiga tahun terakhir.

“Program ini untuk mendukung Kota Semarang mendapat predikat Kota Layak Anak. Salah satunya dari aspek pendidikan dengan program Sekolah Ramah Anak. Program ini pula yang tiga tahun terakhir digalakkan di SMPN 12 Semarang,” kata Kepala SMPN 12 Semarang, Drs Suwarno Agung Nugroho MM kepada Tim Eksis Radar Semarang.

Agung mengatakan, di satuan pendidikan yang dipimpinnya dalam mewujudkan Sekolah Ramah Anak telah menerapkan anti bullying dan kekerasan. Ia mewanti-wanti kepada seluruh pihak untuk saling menghormati dan menghargai.

“Seiring dengan itu, sekolah kemudian berusaha melayani anak-anak dengan memfasilitasi apa yang menjadi minat dan keinginannya. Sehingga betul-betul mereka nyaman untuk belajar dan sekolah,” ungkapnya.

Agung menjelaskan, dengan memfasilitasi siswa untuk menyalurkan bakat, pihaknya juga secara tidak langsung memperkaya anak didiknya dengan soft skill. Sebagai informasi, SMPN 12 Semarang memiliki 22 ekstrakurikuler yang mencakup akademik maupun non akademik.

“Kalau mereka (para siswa) tidak diberi soft skill yang memadai, ke depan dia nggak punya daya saing dan daya dobrak. Dari puluhan ekstra itu, mereka bebas memilih. Itu (22 ekstrakurikuler) belum semuanya,” jelas dia.

Salah satu ekstra yang tidak tercantum resmi di sekolah, yakni seni merajut. Menurutnya, ini salah satu kegiatan yang bahkan memberikan benefit bagi siswa itu sendiri. Sebab, salah satu karya rajutan siswa pernah dijual seharga Rp 800 ribu. “Kita tidak ingin ketika lulus mereka tidak punya keterampilan apa-apa,” imbuhnya.

Selain itu, Agung juga bersyukur dengan sinergitas dari paguyuban orangtua siswa. Sebab, dengan kerja sama yang terjalin baik antara sekolah dan paguyuban orangtua inilah yang menjadikan sekolah lebih baik, dan lebih tertata.

“Mereka care sekali. Kita punya ruang parenting yang seminggu sekali digunakan untuk berkumpul bertukar informasi antar orangtua yang menyangkut perkembangan belajar putra-putrinya,” terangnya.

Dalam gelaran ulang tahun ke-39 beberapa waktu lalu, nuansa kesenian begitu terasa dalam acara perayaan. Kesenian modern hingga tradisional terjadi, termasuk Agung sendiri secara khusus menciptakan lagu dan secara piawai memainkan biolanya.

Agung tak menampik jika Spedulas (nama keren SMPN 12 Semarang), dikenal dengan siswa-siswi bertalenta seni tinggi. Lomba karawitan, tari tradisional, dan geguritan, bisa dibilang Spedulas telah banyak memenangi. Namun Agung tak jumawa. Ia hanya bersyukur kepada para orangtua yang telah mempercayakan SMPN 12 Semarang sebagai sekolah pilihan putra-putrinya.

“Memang banyak yang bilang, kalau mereka yang ingin berkembang seninya, larinya kesini (SMPN 12 Semarang). Bahkan biasanya jauh sebelum PPD (Penerimaan peserta didik) sudah ada yang inden, ini loh pak anak saya pintar main musiknya, olahraganya bagus,” bebernya.

Menurut Agung, melalui seni, karakter anak akan lebih terbentuk serta juga menambah nilai-nilai luhur. Bahkan, mengasilkan ekonomi kreatif. Meski begitu, Agung tetap memperhatikan bidang akademik. Dari semua itu, Agung mengaku tidak dapat tercipta jika tanpa dukungan dari para orangtua siswa.

“Mereka itu tidak segan untuk men-support kegiatan anak-anaknya. Termasuk sekarang anak-anak ini bisa merasakan, di Spedulas tiada hari tanpa prestasi,” tandasnya. (tsa/aro)