GRAFIS: IWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG
GRAFIS: IWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Tidak sengaja bersenggolan motor karena kondisi jalan yang ramai dan macet, berujung nyawa melayang. Peristiwa itu menimpa Sadi, 53, warga Desa Kaliprau, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, yang tewas setelah dikeroyok sejumlah warga, Senin (16/4) malam.

Bermula dari Riyadi,23, warga Desa Blacanan, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, bersenggolan dengan korban di Jalan Raya Desa Depok, Kecamatan Siwalan, Sabtu (14/4), pukul 17.00 WIB. Karena terjatuh dan kesal, Sadi menampar Riyadi. Selanjutnya atas kejadian itu, Riyadi melapor pada orang tuanya Taryudi, 54.

Tak terima atas  kejadian itu, pelaku Taryudi bersama anaknya Riyadi dan Anto, 20, tetangga rumahnya, mencari korban. Setelah ketiganya bertemu dengan korban di Desa Depok, terjadi adu mulut hingga berujung aksi pemukulan dan pengeroyokan.

Keluarga korban tidak terima atas pengeroyokan itu dan melapor ke Polsek Sragi. Karena korban meninggal dunia setelah dirawat di RSUD Kraton. Keluarga korban juga menuntut agar para pelaku dihukum berat, mengingat korban adalah orang tua.

Atas laporan keluarga korban tersebut, tim dari Polsek dan Sat Reskrim Polres Pekalongan mendatangi rumah para tersangka yang ada di Desa Blacanan, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan. Para tersangka yakni Taryudi bersama anaknya Riyadi dan Anto, akhirnya menyerahkan diri.

“Korban dipukul dan diduga terjatuh, kepalanya membentur aspal. Korban dibawa ke RSUD Kraton, namun Senin malamnya meninggal dunia,” terang Kapolsek Sragi, AKP Sumantri.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pekalongan, AKP Agung Ariyanto, mengatakan bahwa untuk penyebab kematian korban belum bisa dipastikan, sebab masih menunggu hasil otopsi.

Atas perbuatan pengeroyokan tersebut, ketiga tersangka dijerat Pasal 170 KUHP, adengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. (thd/zal)