PERSIAPAN - Lokasi pemasangan girder di jalur tol Gringsing Kabupaten Batang, Rabu (18/4). (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)
PERSIAPAN - Lokasi pemasangan girder di jalur tol Gringsing Kabupaten Batang, Rabu (18/4). (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Sebanyak 112 personel gabungan disiagakan di Gringsing Kabupaten Batang. Hal ini untuk antisipasi tidak diinginkan pada proses pemasangan balok girder flyover tol Batang-Semarang oleh PT Waskita Karya Batang Semarang Toll Road (BSTR) sesion 1 dan 2, yang dimulai hari ini, Rabu (18/4).

“Sebelumnya kami sudah koordinasi dengan berbagai pihak, untuk mengantisipasi berbagai akibat pemasangan girder tersebut. Sebanyak, 122 personel pengamanan akan dikerahkan,” ucap Kasatlantas Polres Batang, AKP M. Adiel Aristo.

Dari 122 personel pengamanan tersebut terdiri dari 67 personel Polri, 15 personel TNI, 30 Dishub ditambah 10 personel Satpol PP Batang. Juga akan ada tambahan dari petugas K3 dari OT Waskita.

Selain itu juga ada beberapa rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi terhadap risiko kemacetan. Yakni mengupayakan jalur alternatif untuk kendaraan minibus dan bus, baik dari arah barat maupun timur juga telah disediakan.

“Risiko kemacetannya pasti ada tapi masih bisa diatasi dengan jalan alternatif bagi kendaraan minibus dan bus, baik ke arah timur maupun barat,” jelas Adiel.

Pihaknya meyakini lancar, karena masing-masing lebar jalur alternatif kurang lebih 10 meter, dengan struktur jalan beton. Jalan alternatif tersebut berada tepat di belakang beton penyangga girder dengan jarak aman kurang lebih 20 meter, jadi aman.

Namun untuk jenis truk kontainer atau kendaraan sumbu 3 ke atas akan ditepikan terlebih dahulu. Dengan estimasi 100 menit untuk pemasangan satu girder. Setelah 100 menit arus dicairkan, kontainer dapat lewat dengan batas yang tidak ditentukan sampai arus benar-benar lancar, baru pemasangan balok girder ke dua. Pada jalur tersebut juga telah diberitahukan dari jarak 1 kilometer dari arah barat maupun arah timur.

Salah satu warga Febriyansah, yang sempat ditemui mengatakan tidak masalah adanya pemasangan girder tersebut. Karena hal ini demi kepentingan masyarakat luas.

“Yang pasti akan macet, namun tidak masalah bagi sopir seperti kami. Karena hal ini untuk kebaikan ke depannya,” ucapnya. (han/lis)