PINGSAN : M Kharis, anak punk dirawat di Puskesmas Brangsong akibat tertabrak truk lantaran nekat menghadang truk L-9078-UD yang dikemudikan Abdul Rouf, 52, Selasa (17/4) kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PINGSAN : M Kharis, anak punk dirawat di Puskesmas Brangsong akibat tertabrak truk lantaran nekat menghadang truk L-9078-UD yang dikemudikan Abdul Rouf, 52, Selasa (17/4) kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Diduga ingin menghentikan truk untuk ditumpangi, seorang anak jalanan (Anjal), bernama Muhammad Kharis, mengalami kecelakaan di Jalan Arteri Lingkar Kaliwungu. Yakni, saat anak jalanan yang diduga kelompok anak punk itu menyegat kendaraan dengan cara tidur terlentang di tengah jalan.

Peristiwa bermula ketika korban bersama 15 anak punk lainnya bermaksud menumpang truk. Ia bersama 15 temannya, mencoba mencari tumpangan. Karena tidak ada kendaraan yang berhenti, akhirnya ia bersama 9 temannya menghadang atau mencegat truk dengan cara turun ke badan jalan.

Bahkan korban Kharis sempat tidur di tengah jalan. Lalu, saat kendaraan truk L 9078 UD yang dikemudikan Abdul Rouf, 52, warga Lamongan, Jawa Timur melaju dari arah timur.

“Saat itu, saya melihat anak-anak tersebut berusaha menghentikan truk yang saya kemudikan. Bahkan, mereka ada yang tiduran di jalan. Entah bagaimana, korban terjatuh ke tanah. Mungkin tas punggung yang dipakai korban tersenggol bodi samping kanan truk yang saya kendarai,” kata sopir truk.

Dia mengatakan, sebelum menabrak korban, sopir melihat ke sisi kiri terdapat truk lain. Abdul Rouf berusaha menghindari tabrakan dengan truk lain. Ia pun menginjak pegas rem. “Tapi korban terjatuh dan kepalanya membentur jalan aspal,” jelasnya.

Salah satu rekan korban, Samiun menyatakan bahwa ia bersama 15 anak, termasuk korban, hendak pulang kembali ke Jakarta. Mereka bermaksud menumpang truk. Tapi sopir truk tidak menghentikan laju kendaraannya, sehingga menabrak korban.

“Kami hanya ingin menumpang. Kalau memang tidak boleh, seharusnya sopir berhenti dan menyatakan kalau tidak boleh menumpang truk. Jangan jalan terus sehingga teman kami menjadi korban,” paparnya.

Petugas Satlantas Polres Kendal yang menerima laporan, tidak lama berselang tiba di lokasi. Polisi mengamankan sopir truk dan meminta keterangan sejumlah saksi. Kasus itu, kini ditangani Satlantas Polres Kendal. (bud/ida)