AKRAB : Cawagub Jateng, Ida Fauziyah saat berdiskusi bareng Wartawan di Legend Coffee. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
AKRAB : Cawagub Jateng, Ida Fauziyah saat berdiskusi bareng Wartawan di Legend Coffee. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pasangan Cagub-Cawagub Jateng, Sudirman Said-Ida Fauziyah berjanji akan terus memperhatikan lembaga pendidikan Islam di Jateng. Sebab, lembaga keagamaan terutama pesantren merupakan benteng pendidikan moral dan karakter untuk generasi muda.

“Jateng memiliki basis pesantren yang sangat kuat. Dan saya bersama Pak Dirman berkomitmen akan memperhatikan dan menjaganya” kata Ida Fauziyah saat ngobrol santai bareng wartawan di Legend Coffee, kemarin.

Ia mengakui, keberadaan lembaga keagamaan dan pesantren selama ini belum sepenuhnya mendapat perhatian serius. Lembaga keagamaan menghidupi semua aktifitas dengan swadaya. Hal itu jelas ironi. Sebab keberadaannya sudah banyak memberikan kontribusi dan turut mencerdaskan generasi muda di Jateng. “Fakta itu terus mencuat saat saya keliling di pesantren di seluruh daerah di Jateng. Perhatian pemerintah memang minim,” ujarnya.

Ida juga berjanji akan memfasilitasi para santri-santri di pesantren dengan keahlian khusus. Dengan harapan, ketika mereka keluar dari pesantren sudah memiliki skill dan siap untuk bersaing di dunia kerja. Dengan begitu, akan lebih lengkap, generasi muda kuat di keagamaan dan cakap di dunia kerja. “Sebenarnya tidak hanya di pesantren, lulusan SMA/SMK banyak yang tak bisa bersaing karena minim skill. Ini yang harus diperhatikan,” katanya.

Dengan skill, maka santri-santri lulusan pesantren akan mudah mendapatkan pekerjaan. Sehingga angka pengangguran dan kemiskinan bisa ditekan seperti program kerja Sudirman-Said. Sebab, persoalan tersebut sangat krusial dan belum bisa diatasi di Jateng. “Secara sumber daya alam, maupun sumber daya manusia sangat mendukung. Tinggal bagaimana memanajemen kebijakan dan anggaran agar kemiskinan dan pengangguran diatasi,” tegasnya.

Jateng merupakan daerah yang mulai dilirik para invenstor di sektor industri. Untuk itu, ia berjanji akan membuka lapangan pekerjaan sebagai upaya pengentasan kemiskinan. Dan semua itu, harus diimbangi dengan keterlibatan masyarakat. Generasi muda harus disiapkan salah satunya dengan keahlian atau skill di bidangnya masing-masing. “Jateng harus bebas kemiskinan, dan saya yakin masyarakat ingin berubah. Lebih maju dan sejahtera,” tambahnya. (fth/ric)