BCA Mendukung Pengembangan Desa Wisata

328
KEMBANGKAN WISATA : Kepala Operasional Cabang BCA Semarang Sukarsono Sukarso saat membuka pelatihan Creative Selling Skill bertema Brave Heart Selling. (istimewa)
KEMBANGKAN WISATA : Kepala Operasional Cabang BCA Semarang Sukarsono Sukarso saat membuka pelatihan Creative Selling Skill bertema Brave Heart Selling. (istimewa)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG –  Desa wisata dinilai cukup potensial sebagai salah satu pendorong perekonomian masyarakat. Pengembangannya pun terus diupayakan oleh berbagai pihak. Salah satunya PT Bank Central Asia Tbk (BCA), melalui pelatihan ‘Creative Selling Skill’ bertema Brave Heart Selling.

Pelatihan yang berlangsung 17-18 April di Hotel The Wujil ini diikuti pengurus tujuh desa wisata binaan BCA. Diantaranya Desa Wisata Wirawisata Goa Pindul,  Desa Wisata Wukirsari, Desa Wisata Pentingsari di Yogyakarta, Desa Tamansari di Banyuwangi, Dusun Kopi Gunung Kelir Kabupaten Semarang, Desa Gemah Sumilir di Pekalongan, serta Desa Wisata di Belitung.

Kepala Operasional Cabang (KCU) BCA Semarang, Sukarsono Sukarso mengatakan, pihaknya mendukung perkembangan ekonomi masyarakat. Salah satunya dengan pengembangan desa wisata. Adanya pelatihan tersebut, diharapkan dapat mengasah keterampilan pengurus desa wisata serta memperkuat branding dan promosi paket wisata. Sekaligus mengembangkan strategi pemasaran dan membangun sikap mental positif dalam meningkatkan kualitas kerja.

Selama pelatihan, seluruh peserta akan dilatih berkemampuan mempromosikan desa wisatanya secara kreatif dan berani tampil beda. Sehingga mampu meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat di desa masing-masing. Serta peserta dilatih kemampuan strategi marketing komunikasi dalam peningkatan penjualan.

“Kami berharap pelatihan ini mampu berkontribusi dalam mendorong kreativitas dan mengembangkan peluang usaha bagi masyarakat lokal, memberikan ide inovasi baru, dan akhirnya mampu menciptakan lapangan pekerjaan serta mendorong pembangunan di tingkat dusun sehingga dapat lebih mensejahterakan masyarakat dusun,” ujarnya. (dna/ric)