SEMANGAT- Tony Eryanto motivator dari Lembaga Upgrading Training Center Semarang saat memberikan wawasan kepada ratusan anggota KUB binaan BPI. (Lutfi hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
SEMANGAT- Tony Eryanto motivator dari Lembaga Upgrading Training Center Semarang saat memberikan wawasan kepada ratusan anggota KUB binaan BPI. (Lutfi hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Tidak sekadar memberikan modal bisnis dan ilmu pengetahuan saja, kelompok usaha bersama (KUB) yang diinisiasi oleh PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) juga diberi motivasi. Baik dalam menjalani hidup maupun untuk usaha.  Motivator tangguh asal Semarang Tony Eryanto didatangkan agar 120 wirausahawan tersebut lebih semangat.

Digelar di salah satu hotel di Batang, program motivasi kewirausahaan ini diharapkan dapat menciptakan individu-individu wirausaha yang mandiri dan terampil. Selain itu juga mampu meningkatkan kapasitas dan kualitas masyarakat, terutama para anggota KUB.

Direktur  Operasional  BPI Shiroki Yamashita mengatakan, pelatihan motivasi dan keterampilan untuk 120 wirausaha ini merupakan bagian komitmen perusahaan untuk memberdayakan masyarakat sehingga dapat meningkatkan perekonomian di Batang dan sekitarnya.

“Kami sangat bangga dapat turut berperan aktif dalam mendorong pengembangan usaha mikro masyarakat, salah satunya melalui pelatihan ini. Ke depan, hal ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan kemampuan masyarakat untuk lebih maju lagi,” kata Shiroki Yamashita, Rabu (18/4).

Yamashita menjelaskan, pelatihan bertajuk “Motivasi Spiritual Kewirausahaan dalam Membangun Usaha yang Mandiri dan  Religius” ini melibatkan mitra lokal BPI. Yakni Lembaga Diklat Koperasi Jasa Keuangan Bina Mandiri dan 3 lembaga keuangan mikro Desa Ujungnegoro, Karanggeneng, dan Ponowareng. Sedangkan untuk materi pelatihan kewirausahaan disampaikan oleh Tony Eryanto sebagai motivator serta pimpinan Lembaga Upgrading Training Center Semarang.

Pelatihan wirausaha kali ini menghadirkan petani penggarap anggota KUB yang telah mendapatkan fasilitas BPI. Mulai dari pembentukan, bantuan modal, fasilitas produksi dan pendampingan. BPI juga secara konsisten menggelar pelatihan bagi anggota KUB sesuai dengan jenis usaha yang dijalankannya. Seperti pelatihan menjahit, pembuatan makanan ringan, jasa laundry.

 “Pelatihan itu merupakan bentuk konsistensi perusahaan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sekitar wilayah pengembangan proyek kami. Melalui pelatihan tersebut diharapkan mendorong prakarsa masyarakat menjalankan usaha sendiri dengan memanfaatkan peluang yang ada dan pendekatan yang lebih inovatif,” tegas Yamashita. (han/lis)