KOLABORASI : Diskusi terfokus tentang pengentasan kemiskinan melalui program TJSL dihadiri dinas terkait, perwakilan perusahaan, dan pihak kampus UNS. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
KOLABORASI : Diskusi terfokus tentang pengentasan kemiskinan melalui program TJSL dihadiri dinas terkait, perwakilan perusahaan, dan pihak kampus UNS. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Pemkot Magelang berencana membentuk forum tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL) perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) di Kota Magelang khusus memerangi kemiskinan. Forum ini diharapkan berdampak pada penurunan angka kemiskinan yang masih tersisa 8,75 persen atau sekitar 10 ribu jiwa pada tahun 2017 menjadi 6,44 persen sesuai target tahun 2021.

Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Magelang, Joko Soeparno menjelaskan, di forum ini akan ditampilkan menu-menu TJSL tentang pengentasan kemiskinan. Masing-masing perusahaan memberikan tanggapan untuk memberikan bantuan sesuai menu yang diinginkan. Di antaranya pendidikan yang meliputi beasiswa, penanganan anak putus sekolah, advokasi dan fasilitasi kejar paket A, B maupun C. Kemudian bantuan kursus atau pelatihan.

Selain itu, menu kesehatan yang meliputi bantuan pengobatan, cacat dan berkebutuhan khusus, penyakit kronis, ibu hamil, juga perbaikan gizi serta nutrisi, baik bagi anak usia dini, anak usia sekolah juga lansia. Lalu menu penanganan rumah kumuh. Terakhir bantuan ekonomi.

“Dari menu-menu itu, teman-teman perusahaan bisa melihat yang sesuai dengan kebijakan perusahaannya,” kata Joko, di sela diskusi terfokus bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang dihadiri perwakilan dari berbagai perusahaan, di Hotel Trio, kemarin.

Pihaknya juga menggandeng UNS dalam melakukan penelitan. Yakni, untuk mengetahui efektifitas dana TJSL untuk mendukung program pengentasan kemiskinan. Di sisi lain, pihaknya sedang menunggu hasil data mekanisme pemutakhiran mandiri (MPM) yang sedang diverifikasi oleh pusat. “Kemungkinan Mei atau bulan Juni sudah selesai. Jadi data kemiskinan sudah by name by address,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Magelang, Windarti Agustina mengatakan, kemiskinan merupakan masalah sosial akibat faktor pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Menurutnya, mata rantai ini harus diputus dengan berbagai strategi pemecahan masalah dengan berbagai kebijakan.

“Bisa melalui tiga sektor utama, yaitu pendidikan, kesehatan dan pengembangan atau penguatan ekonomi terutama mikro,” beber Windarti. (put/lis)