PENGAJIAN UMUM  : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, saat menyampaikan sambutan pada pengajian umum di Desa Wuled, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, kemarin. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)
PENGAJIAN UMUM  : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, saat menyampaikan sambutan pada pengajian umum di Desa Wuled, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, kemarin. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COMKAJEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan meraih nilai indeks kepuasan masyarakat (IKM) tertinggi yakni 84, atas kinerja yang telah dilakukan pada tahun 2017. Bahkan, angkanya mampu mengungguli IKM tingkat nasional 74.

Hal itu disampaikan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, ketika mengisi acara pengajian umum di Desa Wuled, Kecamatan Tirto, Kabupaten pekalongan, Senin (16/4).

Menurut bupati, tingginya IKM Kabupaten Pekalongan karena kerja keras semua pihak, dirinya mengaku sangat bangga dengan pelayanan aparatur pelayanan dasar tahun 2017, yang mampu mencapai angka 84. Sementara itu, nilai IKM nasional hanya 74.

”Ini kebanggaan kita, apa yang pemerintah berikan kepada masyarakat telah mampu memberi kepuasan. Karena IKM adalah data dan informasi tentang tingkat kepuasan masyarakat. Diperoleh dari hasil pengukuran secara kuantitatif serta kualitatif atas pendapat dalam memperolah pelayanan dari aparatur penyelenggara pelayanan publik, antara harapan dan kebutuhan,” ungkap Asip.

Bupati juga mengatakan, keberhasilan itu tak lepas dari dukungan semua pihak, terhadap Pemkab yang berusaha mencukupi kebutuhan pelayanan dasar kepada masyarakat.

Menurutnya salah satu dukungan Kompak adalah masyarakat bisa mendapat pelayanan lebih banyak dari kecamatan. Hal tersebut selaras dengan rencana Pemkab meredesain, mengembalikan fungsi camat seperti dahulu, yakni sebagai kepala wilayah sekaligus manajer wilayah. Melalui konsep demikian, pelayanan kepada masyarakat dapat lebih baik, dan menghilangkan stigma tentang pelayanan sulit.

“Kemudian menjauhkan dari administrasi berbelit-belit serta memberikan kedekatan dan kemudahan bagi seluruh masyarakat. Kompak telah bersama-sama melakukan berbagai aktivitas dalam rangka pelayanan dasar masyarakat, dalam hal kependudukan dan tata kelola terhadap keuangan daerah dengan berbagai inovasi sejak 2016,” kata Asip. (thd/zal)