Peluang Kerja Lulusan Kemaritiman Terbuka

944
MEMUKAU : Penampilan Marching Band Stimart AMNI Semarang, disela-sela acara pelepasan wisuda ke-57 kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MEMUKAU : Penampilan Marching Band Stimart AMNI Semarang, disela-sela acara pelepasan wisuda ke-57 kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Peluang kerja lulusan kemaritiman di Indonesia saat ini terbuka lebar, apalagi pemerintah menggencarkan pendidikan kemaritiman sebagai prioritas, ditambah  dengan dibangunnya 24 pelabuhan untuk menunjang pengoperasionalan tol laut.

Kopertis Wilayah VI Jateng, Prof Dr DYP Sugiharto mengatakan, peluang kerja tersebut harus dimanfaatkan, apalagi saat ini jumlah sekolah tinggi kemaritiman di Jateng masih relatif sedikit, ditambah jika punya sertifikasi dan penunjuang lainnya seperti soft skill.

“Untuk ukuran mutu pendidikan tergantung dari akreditasi, ditambah dengan tingginya peluang para lulusan ilmu kemeritiman ini,” katanya  saat menghadiri wisuda ke 57 lulusan Sekolah Tinggi Maritim dan Transpor (Stimart) AMNI Semarang di kampus, Jalan Soekarno Hatta, kemarin.

Ia menjelaskan, saat ini Stimart AMNI, termasuk satu dari 48 PT Swasta di Jateng yang telah terakreditasi institusi dari Badan Akreditasi Penrguruan Tinggi (BAN PT) dengan nilai B. Untuk wilayah Jateng sendiri, ada sedikitnya 257 PT Swasta.

“Baru ada 48 yang terakreditasi institusi dengan nilai B. Kini untuk menyatakan ukuran mutu dan  lulusan perguran tinggi bukan lagi swasta atau negeri melainkan pada peringkat akreditasi,” jelasnya.

Sementara itu Ketua Dewan Pengurus Yayasan Bina Kemaritiman (Yasbinmar) Soeprapto menerangkan jika Stimart AMNI tahun depan akan membuka dua program studi baru yakni D3 Manajemen  Logistik dan D3 Manajemen Kepelabuhan. Saat ini kedua program studi tersebut masih dalam proses dan ditargetkan akan selesai tahun ini.

“Persiapan kami sudah sekitar 80 persen, kita targetkan untuk bulan April ini selesai. Meskipun nanti pengajuan dua progdi baru tersebut disetujui dan SK progdi diserahkan pada 2018, kami tetap akan menerima mahasiswa baru di 2019,” paparnya.

Semenatar itu Ketua Stimart AMNI Semarang , Ir Siswadi, MT menambahkan jika rencana penerimaan mahasiswa baru untuk dua program studi tersebut harus sesuai dengan rasio dosen 6 dan 30 mahasiswa. (den/sct/zal)