Pantai Kuripan Jadi Konservasi 

351
TANAM – Bupati  Batang Wihaji saat menerima bibit cemara laut sebelum ditanam di Pantai Kuripan, dalam rangka konservasi pantai di Batang, Selasa (17/4). (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
TANAM – Bupati  Batang Wihaji saat menerima bibit cemara laut sebelum ditanam di Pantai Kuripan, dalam rangka konservasi pantai di Batang, Selasa (17/4). (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, BATANG –  Memiliki bentang pantai yang panjang hingga 49 kilometer, Kabupaten Batang juga aktif dalam konservasi pantai. Salah satu lokasi konservasi adalah Pantai Kuripan di Kecamatan Subah.

Wakil Ketua PMI Pusat Bidang Penanganan Bencana Letjen Purn Sumarsono menjelaskan, program kawasan konservasi mangrove yang bekerja sama dengan American Red Cross dilaksanakan di seluruh Indonesia mulai dari Aceh.

“Panjang pantai Batang 49 km harus menjadi 49 km kawasan mangrove. Karena mempunyai nilai sangat banyak dan bermanfaat serta dapat menyaring karbon, juga ada nilai-nilai mengurangi abrasi,” harap Sumarsono, saat pelantikan pengurus PMI dan pencanangan kawasan konservasi di Pantai Kuripan Kecamatan Subah Batang, Selasa ( 17/4).

Dalam kesempatan tersebut Bupati Batang Wihaji bersama Wakil Bupati Suyono dan Wakil Ketua PMI Pusat Bidang Penanganan Bencana Letjen Purn Sumarsono menyempatkan diri menanam bibit mangrove dan bibit cemara. Adapun yang sudah ditanam jumlahnya mencapai ribuan pohon mangrove dan cemara laut. PMI Kabupten Batang memiliki pusat edukasi tanaman mangrove yang berada di Pantai Sigandu Batang.

Bupati Wihaji mengucapkan terimakasih kepada relawan dan pengurus PMI yang telah meluncurkan kawasan konservasi dan wisata dan pelatihan penanggulangan bencana ini.

Dia menyatakan bahwa kegiatan tersebut penting dan saling terkait dalam rangka melayani masyarakat terhindar dari bencana serta dalam penanggulangan bencana.

“Kegiatan konservasi jangan dijadikan seremonial atau simbolik saja. Hilangkan tradisi simbolik tapi lebih pada merawat dan menjaga kelestarian alam. Menjadikan sumber daya alam pantai sebagai tempat wisata untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar,” tegas Wihaji. (han/lis)

Silakan beri komentar.