Neraca Perdagangan Jateng Defisit

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Neraca perdagangan Jawa Tengah pada Maret lalu mengalami defisit sebesar US$ 487,69 juta. Hal ini disebabkan oleh besarnya impor migas.

Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah, Sri Herawati mengatakan, nilai ekspor provinsi ini pada Maret mencapai US$ 571,54 juta. Sedangkan nilai impor mencapai US$ 1.059,23 juta.

“Impor hampir dua kali lipat dari ekspor. Terbesar impor migas, mencapai US$ 524, 69 juta atau naik 7,72 persen dari bulan Februari. Sedangkan impor non migas mengalami penurunan 20,17 persen. Yaitu dari US$ 669,58 juta pada Februari menjadi US$ 534,54 juta pada Maret,” ujarnya, kemarin.

Selain migas, lanjutnya, Jateng juga cukup banyak mengimpor bahan baku untuk industri, baik makanan minuman maupun industri olahan. Menurutnya, impor bahan baku industri ini masih dalam taraf baik. Namun perlu ada kesadaran dari masyarakat bila sekedar mengimpor barang-barang jadi yang juga diproduksi dalam negeri.

Meski neraca masih defisit, lanjutnya, ekspor Jawa Tengah di bulan Maret mengalami peningkatan US$ 571,44 juta atau 12, 26 persen dibandingkan Februari. Begitu juga bila dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, ekspor Maret meningkat 9,13 persen.

Non migas berkontribusi cukup besar dalam ekspor Jawa Tengah. Yaitu sebesar US$ 544, 60 juta. Sedangkan ekspor migas sebesar US$ 26,94 juta.

“Untuk ekspor non migas saat ini yang dominan industri tekstil , kayu dan barang hasil pabrik. Dengan negara tujuan Amerika Serikat, Jepang dan Tiongkok,” ujarnya. (dna/ric)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -