28.3 C
Semarang
Jumat, 13 Desember 2019

Dorong Desainer Promosikan Batik Semarangan

Must Read

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Kota Semarang menasbihkan diri sebagai kota fashion. Desainer asal kota Lunpia diminta menuangkan inovasi dan kreativitasnya melalui rancangan busana menggunakan batik khas Semarangan.

Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryati Rahayu mengatakan Batik Semarangan harus mampu bersaing dengan batik dari daerah lain. Yaitu melalui kreasi dan inovasi sebuah busana. “Banyak potensi yang dimiliki Kota Semarang, salah satunya di bidang fashion,” katanya disela mengikuti fashion show pada event Fashion Parade dan Pameran Fashion di Taman Srigunting, kawasan Kota Lama, belum lama ini.

Ita, panggilan akrab Hevearita menambahkan, acara tersebut selain dalam rangka Peringatan HUT Kota Semarang, juga untuk mensosialisasikan kepada masyarakat tentang busana-busana yang dihasilkan dari corak batik Semarangan.

Dalam kegiatan itu, dia menyebutkan tidak akan terpaku pada satu lokasi ikonik di Semarang yakni Kota Lama. Ke depan, tidak menutup kemungkinan acara serupa digelar di tempat lain, seperti Kampung Pelangi dan Pasar Semarangan.

“Jadi akan ada yang baru nanti. Disini (Kota Lama) motif batiknya ada Marabunta, Lawang Sewu. Saat berbeda tempat inilah, para desainer maupun pelaku IKM (Industri Kecil Menegah) juga harus mendesain sesuai lokasi tempatnya,” imbuhnya.

Dukungan lain Pemkot juga dengan menyiapkan Galeri Industri Fashion. Nantinya, lokasi itu dapat digunakan sebagai tempat penjualan hasil olahan kreasi fashion. Mulai dari kain dasar batik hingga busana batik siap pakai.

“Kami akan terus menyelenggarakan kegiatan rutin seperti ini minimal sebulan sekali. Tidak hanya soal fashion, mungkin kegiatan anak muda lainnya seperti teater,” pungkasnya

Dalam fashion show yang digelar, sejumlah pejabat Pemkot Semarang ikut tampil sebagai peragawati. Diantaranya Wakil Wali Kota Semarang, Heverita Gunaryanti Rahayu, Ketua Dekranasda Kota Semarang, Krisseptiana Hendrar Prihadi, serta sejumlah Kepala Dinas. (ric)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Rombak Kurikulum

Reformasi besar-besaran. Di bidang kurikulum pendidikan. Itulah instruksi Presiden Joko Widodo. Kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. Kemarin. Kata 'reformasi' saja sudah sangat ekstrem. Apalagi...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -