Desak Kembalikan Fungsi Kebun Benih

340
SOROTI PENGELOLAAN : Anggota Komisi C DPRD Jateng Ronny Renaldi (tiga dari kiri) saat memimpin kunjungan kerja ke Kebun Benih Hortikultura Karangduren. (Ricky fitriyanto/jawa pos radar semarang)
SOROTI PENGELOLAAN : Anggota Komisi C DPRD Jateng Ronny Renaldi (tiga dari kiri) saat memimpin kunjungan kerja ke Kebun Benih Hortikultura Karangduren. (Ricky fitriyanto/jawa pos radar semarang)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Komisi C DPRD Jateng meminta pengelola Kebun Benih Hortikultura Karangduren, Kabupaten Semarang mengembalikan kebun tersebut sesuai fungsinya. Selama ini, kebun tersebut hanya memproduksi buah untuk dijual ke pasar dan tidak difungsikan untuk pengembangan benih.

“Saya meminta asset ini dikembalikan sesuai fungsinya, sebab pengadaan benih merupakan kebutuhan provinsi. Kalau tidak, ganti saja namanya jadi tempat jual buah-buahan,” kata anggota Komisi C DPRD Jateng Sri Ruwiyati saat kunjungan kerja ke Kebun Benih Hortikultura Karangduren, Senin (16/4).

Dia menganggap pengelolaan kebun tersebut tak berkembang. “Dari dulu masalahnya soal ketersediaan air. Dari masalah itu apakah sudah ada langkah yang dilakukan?” tanyanya. Jika pengembangan sulit dilakukan, dia meminta lahan kebun benih disewakan kepada pihak ketiga. Terlebih lokasinya strategis di pinggir jalan.

Anggota Komisi C DPRD Jateng, Sarwono juga mengungkapkan hal yang sama. “Area kebun tidak layak karena luasnya terbatas. Disamping itu, lokasinya dekat jalan raya sehingga tingkat polusinya tinggi,” ujar legislator PDIP itu.

Dia mengusulkan pengelolaan kebun dipihakketigakan. Hasil sewa bisa digunakan untuk membeli lahan di tempat lain. “Kami sudah berkali-kali berkunjung kesini dan kondisinya masih stagnan dari tahun ke tahun,” paparnya.

Kepala Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura wilayah Semarang, Rini Budiningsih mengakui buah-buahan yang diproduksi langsung dijual ke pasar. “Selama ini, Kebun Benih Hortikultura Karangduren memproduksi salak dan pisang,” ujarnya. Luas tanah lahan tersebut hanya 2,53 hektare dengan luas lahan produktif 2,50 hektare. (ric)