33 C
Semarang
Rabu, 3 Juni 2020

Belum Berizin, Kampoeng Rawa Disegel  

Penyegelan Ketiga Selama 6 Tahun Beroperasi

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Penutupan Kampoeng Rawa, di Desa Bejalen Kecamatan Ambarawa berlangsung alot, Senin (16/4). Sebelum dilakukan penyegelan oleh Satpol PP Kabupaten Semarang, mediasi dilakukan oleh pihak pengelola.

Pihak pengelola Kampoeng Rawa meminta supaya Pemkab Semarang memberikan kelonggaran supaya tidak dilakukan penutupan tempat usaha rumah makan dan pemancingan tersebut.“Kita sudah melakukan pengurusan perijinan tersebut namun selalu di ping-pong ke sana kemari,” kilah Manager Kampoeng Rawa, Wiranto.

Mediasi tersebut dilakukan oleh pihak manajemen di dampingi Koordinator LSM Badan Peneliti Aset Negara, Anis. Ia berharap Pemkab Semarang melalui Satpol PP Kabupaten Semarang mempertimbangkan kembali terhadap penutupan Kampung Rawa. Menurutnya, penutupan tersebut akan berdampak kepada hilangnya lapangan kerja ratusan karyawan Kampoeng Rawa.

Meski begitu, ia mengakui jika selama enam tahun Kampung Rawa beroperasi, tidak mengantongi ijin sama sekali. Namun, Wiranto tetap berkilah, selama ini proses pengurusan perijinan Kampoeng Rawa terus dilakukan.

Menurutnya Pemkab Semarnag harus mempertimbangkan kembali penutupan Kampoeng Rawa. Karena sudah menjadi aset wisata di Kabupaten Semarang maupun di Jawa Tengah. “Kami inginnya juga berizin, namun selama proses berjalan usaha pariwisata ini tidak ditutup,” tuturnya.

Dikarenakan selama enam tahun beroperasi, Kampoeng Rawa tidak memiliki izin sama sekali. Proses penutupan Kampoeng Rawa sebenarnya bukan kali pertama ini. Penutupan ini merupakan kali ketiga.

Atas rekomendasi Pansus Perizinan DPRD Kabupaten Semarang, objek wisata ini juga pernah disegel pada bulan Mei 2014 silam. Permasalahannya juga terkait dengan perizinan yang belum beres. “Tetapi setelah enam tahun beroperasi persoalan perizinan ini juga tidak selesai, makanya diambil tindakan tegas,” tambahnya.

Perizinan yang dimaksud antara lain meliputi, Izin Lingkungan, Izin Gangguan (HO) dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Keberadaan tempat usaha pariwisata yang berada di Jalur Lingkar Ambarawa (JLA) ini pun dianggap melanggar sedikitnya sembilan peraturan daerah (perda). (ewb/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

Buat Program Wismangan untuk Bantu Orang Miskin

Nawang Diani mengharumkan nama Kota Magelang hingga kancah internasional. Ia terpilih menjadi salah satu peserta program The Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI). Seperti...

Napi Kabur dari Lapas Kedungpane

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Narapidana: kasus pencurian yang sedang menjalani masa pidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kedungpane Semarang, Rizki Agung Wibowo Siswoyo, diketahui kabur. Informasi kabur tersebut...

Jateng Ungguli Jatim dan Jabar

SEMARANG- Program penurunan kemiskinan Jateng mendapat hasil yang lebih signifikan dibandingkan dua provinsi tetangga, Jawa Timur dan Jawa Barat. Data Badan Pusat Statistik (BPS)...

Kejar Okupansi 75 Persen

SEMARANG – Bisnis perhotelan di Semarang terus berkembang. Ini terlihat dengan terus berdirinya sejumlah hotel di kota ini. Salah satunya Aston Inn Pandaran. Di...

Cinta Pertama Berkah Bu Nyai

Oleh: Dahlan Iskan Ia akan tetap jadi sopir taksi. Biar pun istrinya jadi dokter. Sebentar lagi. ”Sekarang istri saya lagi pradik pak,” kata Ahmad Maftuh...

Akhir September, Sudah Fungsional

SEMARANG –Proyek underpass Jatingaleh tinggal tahap  finishing. Ditargetkan underpass bisa difungsionalkan akhir September 2017 mendatang. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Binamarga dan Cipta karya Jateng, Bambang...