33 C
Semarang
Jumat, 7 Agustus 2020

Anggaran Dicoret, Ketua DPRD Meradang

Serahkan Palu Sidang ke Wali Kota

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Suasana ayem antara eksekutif dan legislatif ternyata hanya seumur jagung. Kemarin pagi, ketua DPRD Salatiga Teddy Sulistio meradang setelah mengetahui adanya kesepakatan dalam pembahasan bersama APBD yang tiba–tiba dicoret tanpa sebab. Ia protes keras. Palu sidang sebagai lambang supremasi dan legitimasi DPRD dikembalikan kepada Wali Kota.

“Kita kembalikan palu sidang agar mereka bisa mengesahkan sendiri. Masak kegiatan yang sudah disahkan dan disepakati bersama antara tim anggaran eksekutif dan badan anggaran DPRD tiba–tiba dicoret semaunya sendiri setelah paripurna pengesahan,” cetus Teddy Sulistio saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, kemarin pagi.

Palu sidang itu dikembalikan Teddy kepada Wali Kota. Namun Wali Kota Yuliyanto tidak berada ditempat dan kemudian dititipkan kepada sekretaris daerah (Sekda) Fakhurroji diruang kerjanya. Sekda juga tidak bersedia menerima dan akhirnya palu ditinggal diruangan kerja sekda.

Kemarahan ketua DPRD ini dipicu oleh proyek pembangunan pemakaman umum di kecamatan Argomulyo, tepatnya di Kumpulrejo senilai Rp 10 miliar. Ketua komisi C (Pembangunan) DPRD Kota Salatiga M Kemat menuturkan, rencana pembangunan itu merupakan usulan dari eksekutif dan sudah disepakati bersama. Namun setelah diperdakan, malah hilang. “Ini merupakan pelanggaran serius karena sudah di Perda-kan. Kita akan lacak lebih detil lagi, sebelum dipastikan langkah tindak lanjutnya,” terang Kemat.

Kemat menceritakan, sebelumnya seluruh kegiatan di Kota Salatiga sudah dibahas bersama antara tim anggaran dan badan anggaran. Seluruh kegiatan dan juga usulan masyarakat dari musrenbang disepakati bersama dan akhirnya menetapkan Rencana APBD. Salah satu pekerjaan yang disepakati adalah pembangunan pemakaman umum di Argomulyo.“Salatiga baru memiliki dua pemakaman umum yakni Sidomukti dan Tingkir. Harapannya di semua kecamatan memiliki satu pemakaman umum karena ini sangat diperlukan,” terang Kemat.

Pada alokasi sebelumnya, Pemkot telah membuat jalan akses masuk ke makam. Bahkan tim pemkot dari dinas Perkim disebutnya telah melakukan kajian dan menyodorkan angka Rp 10 miliar untuk pembangunan makam.

Dilanjutkan Kemat, DPRD tidak mengetahui jumlah anggaran secara detail karena semua diserahkan ke tim teknis. DPRD menyetujui dengan catatan Eksekutif harus bertanggungjawab merealisasikan agar tidak ada Silpa. Kemudian, harus dilakukan survei lapangan pembebasan lahan dan semuanya disetujui oleh perkim.

Ketua fraksi PDIP Suniprat menambahkan, pihaknya heran karena semua sebenarnya telah disepakati dan disampaikan ke gubernur. Namun setelah disetujui, ternyata item itu di DPA tidak muncul. “Jika ada yang menyalahi aturan, maka harus dibicarakan dan tidak serta merta main pangkas. Akan kita evaluasi seluruh anggaran,” tegas Suniprat. (sas/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pelajar Diberi Pendidikan Politik

WONOSOBO – Sedikitnya 300 pelajar SMA/SMK se-Kabupaten Wonosobo mengikuti sosialisasi Pembinaan Pendidikan Politik Bagi Pelajar yang diprakarsai oleh Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol)...

Merica Perdu Semakin Diminati

WONOSOBO—Sebagian petani di Wonosobo kini mulai melirik tanaman merica alias lada. Penyebabnya, harga merica semakin menjanjikan, dibandingkan sayur-mayur yang cenderung naik turun. Pemilik usaha pembibitan...

Uji Nyali Pegulat Jateng

SEMARANG - Mental dan kemampuan pegulat Jateng akan diuji dalam Liga Gulat Jateng yang akan berlangsung di Auditorium Unnes, 29-30 April mendatang. Mereka akan...

Satlantas Blusukan ke Pasar

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Berbagai upaya dilakukan Satuan Lalu Lintas Polres Magelang Kota dalam mengkampanyekan tertib berlalu lintas kepada masyarakat. Jumat (6/4) kemarin Satlantas Polres Magelang Kota...

Kampanyekan Tertib Lalin di CFD

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Berbagai kegiatan dalam mendukung operasi Keselamatan Candi Tahun 2018 terus dilakukan Satlantas Polres Magelang Kota. Salah satunya melalui kampanye dan sosialisasi...

Kunjungi Zaenab, Bupati Beri Bantuan

BATANG–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang melalui Bupati Wihaji dan Wakil Bupati (Wabup) Suyono bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berkunjung dan menyerahkan bantuan kesehatan kepada...