Ajak Pelajar Aman Berkendara

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Memberikan kesadaran berlalu lintas sejak dini, Satlantas Polres Kendal menyasar siswa-siswi SMA. Yakni dengan memberikan pengetahuan tentang berkendara aman dan benar di jalan raya.

Acara bertajuk Police Goes to Pondok Pesantren (Ponpes) ini menyasar para siswa-siswi SMA Ponpes Selamat, Patebon. Ratusan siswa mendapatkan cara mengemudikan kendaraan baik itu kendaraan roda dua, mobil, angkutan umum maupun kendaraan berat lainnya.

“Jadi berkendara itu tidak cuma sekedar bisa ngegas dan ngerem. Tapi harus memahami etika dan tata cara berlalu lintas. Seperti harus mengenakan helm, sabuk pengaman, menyalakan lampu utama, dan lampu sein saat belok dan sebagainya,”  ujar Kasat Lantas Polres Kendal, AKP Edy Sutrisno, kemarin (16/4).

Selain itu, tata cara berlalu lintas yang dimaksud etika yakni bagaimana menghormati sesama pengguna jalan. Etika berkendara ini merupakan dasar utama bagi pengguna kendaraan bermotor saat berkendara di jalan.

Contoh etika berkendara seperti memberi kesempatan pejalan kaki untuk menyeberang jalan. Selain itu tidak kebut-kebutan, tidak ngebut, tidak berjalan zig-zag. “Kalau hanya tarik gas dan injak rem, semuanya pengendara mungkin sudah bisa. Namun, untuk etika di jalan raya, itu justru yang sangat penting,’” paparnya.

Dia menerangkan, kasus kecelakaan yang terjadi di Kendal di dominasi mereka yang usia produktif. Yakni antara 18-45 tahun. Penyebabnya rata-rata karena faktor kelalaian manusia. Seperti kebut-kebutan, tidak menggunakan perlengkapan kendaraan, melanggar rambu lalu lintas. Selain itu juga faktor kelelahan atau kurang konsentrasi selama mengemudi.

Terkait police goes to pondok pesanten, menurutnya merupakan lanjutan dari program police goes to school. Di Kendal, Pondok Modern Selamat merupakan yang pertama melaksanakan program ini.

“Dulu programnya polisi ke sekolah, sekarang ke pondok pesantren. Pondok pesantren juga banyak dihuni pelajar usia produktif dan mereka ketika sudah cukup usia. Tentunya mereka akan mengajukan permohonan untuk mendapatkan SIM. Ini sebagai pendidikan sejak usia dini kepada calon pengemudi,” tambahnya. (bud/bas)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -