Ajak Pelajar Aman Berkendara

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Memberikan kesadaran berlalu lintas sejak dini, Satlantas Polres Kendal menyasar siswa-siswi SMA. Yakni dengan memberikan pengetahuan tentang berkendara aman dan benar di jalan raya.

Acara bertajuk Police Goes to Pondok Pesantren (Ponpes) ini menyasar para siswa-siswi SMA Ponpes Selamat, Patebon. Ratusan siswa mendapatkan cara mengemudikan kendaraan baik itu kendaraan roda dua, mobil, angkutan umum maupun kendaraan berat lainnya.

“Jadi berkendara itu tidak cuma sekedar bisa ngegas dan ngerem. Tapi harus memahami etika dan tata cara berlalu lintas. Seperti harus mengenakan helm, sabuk pengaman, menyalakan lampu utama, dan lampu sein saat belok dan sebagainya,”  ujar Kasat Lantas Polres Kendal, AKP Edy Sutrisno, kemarin (16/4).

Selain itu, tata cara berlalu lintas yang dimaksud etika yakni bagaimana menghormati sesama pengguna jalan. Etika berkendara ini merupakan dasar utama bagi pengguna kendaraan bermotor saat berkendara di jalan.

Contoh etika berkendara seperti memberi kesempatan pejalan kaki untuk menyeberang jalan. Selain itu tidak kebut-kebutan, tidak ngebut, tidak berjalan zig-zag. “Kalau hanya tarik gas dan injak rem, semuanya pengendara mungkin sudah bisa. Namun, untuk etika di jalan raya, itu justru yang sangat penting,’” paparnya.

Dia menerangkan, kasus kecelakaan yang terjadi di Kendal di dominasi mereka yang usia produktif. Yakni antara 18-45 tahun. Penyebabnya rata-rata karena faktor kelalaian manusia. Seperti kebut-kebutan, tidak menggunakan perlengkapan kendaraan, melanggar rambu lalu lintas. Selain itu juga faktor kelelahan atau kurang konsentrasi selama mengemudi.

Terkait police goes to pondok pesanten, menurutnya merupakan lanjutan dari program police goes to school. Di Kendal, Pondok Modern Selamat merupakan yang pertama melaksanakan program ini.

“Dulu programnya polisi ke sekolah, sekarang ke pondok pesantren. Pondok pesantren juga banyak dihuni pelajar usia produktif dan mereka ketika sudah cukup usia. Tentunya mereka akan mengajukan permohonan untuk mendapatkan SIM. Ini sebagai pendidikan sejak usia dini kepada calon pengemudi,” tambahnya. (bud/bas)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -