SERAP ASPIRASI : Bupati Asip Kholbihi didampingi Istri Hj Munafah, saat mendengarkan masukan dan saran dari warga Dukuh Pakuluran Desa Sidoharjo, dalam acara Sonjo Deso. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SERAP ASPIRASI : Bupati Asip Kholbihi didampingi Istri Hj Munafah, saat mendengarkan masukan dan saran dari warga Dukuh Pakuluran Desa Sidoharjo, dalam acara Sonjo Deso. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COMKAJEN – Bupati Pekalongan KH Asip Kholbihi, bersama jajarannya kembali menggelar kegiatan Sonjo Deso atau Tilik Desa. Selain menampung aspirasi, kegiatan Sonjo Deso juga untuk mempercepat pembangunan daeah tersebut. Baik pembangunan infrastruktur, Sumber Daya Manusia (SDM), serta mendongkrak ekonomi lokal dengan mengoptimalkan potensi yang ada di desa tersebut.

Kali ini Sonjo Deso digelar di Dukuh Pakuluran, Desa Sidoharjo, Kecamatan Doro, selama dua hari Jumat – Sabtu (13-14/4). Kegiatan diikuti Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kabupaten pekalongan, Hj Mukaromah Syakoer, para Asisten Bupati, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat serta sekcam se Kabupaten Pekalongan.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, dengan didampingi istri Hj Munafah yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan, beserta rombongan menginap di rumah-rumah warga Dukuh Pakuluran.

Untuk menuju Dukuh Pakuluran, rombongan bupati harus menempuh perjalanan lebih kurang 2 jam dari Pendopo Rumah Dinas Bupati. Melalui jalur objek wisata Watubahan, Desa Lemahabang. Sepanjang perjalanan dari Desa Lemahabang, bupati sempat berkunjung ke Curug Bendo, yang ada di Dukuh Pakuluran. Letaknya hanya 500 meter dari jalan raya Dukuh Pakuluran.

Curug Bendo merupakan air terjun dengan ketinggian 50 meter. Objek wisata tersebut semakin indah dengan Watubahan atau Columnar Joint berwarna hitam di sekitar air terjun. Di sepanjang Sungai Pakuluran juga banyak dijumpai kincir air untuk mengalirkan turbin listrik milik warga dan mengaliri air ke pemukiman dan sawah.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengungkapkan, bahwa Dukuh Pakuluran merupakan salah satu dukuh yang baru tiga bulan dapat menikmati listrik. Pasalnya lokasi dukuh tersebut sangat sulit dijangkau oleh PLN. Sedangkan listrik dengan menggunakan kincir air, kapasitasnya sangat kecil. Sehingga dari 180 Kepala Keluarga (KK) hanya beberapa KK saja yang bisa menikmati listrik dengan kincir air tersebut.

Menurutnya, program Sonjo Deso ini, adalah program yang bagus karena mendekatkan seluruh pemangku kepentingan untuk mendatangi desa-desa atau dukuh-dukuh yang terisolir. Harapannya menjadi program nyata sehingga tidak ada lagi kesenjangan pembangunan, antara dukuh terpencil dengan yang ada di wilayah tengah Kabupaten Pekalongan.

“Sekarang seluruh warga Dukuh Pakuluran bisa menikmati listrik PLN. Ratusan tiang listik yang ada di sepanjang jalan menuju Dukuh Pakuluran, Pemkab yang menyediakan. Sedangkan aliran listriknya oleh PLN. Maka sekarang tidak ada lagi dukuh di Kabupaten Pekalongan yang belum teraliri listrik,” ungkap Bupati Asip.

Bupati juga mengatakan, kehadirannya bersama jajaran pejabat Pemkab Pekalongan di Dukuh Pakuluran, disamping untuk mengetahui secara pasti kondisi masyarakat desa tersebut, juga untuk merekatkan tali silaturahmi. Karena antara masyarakat dengan pemerintah sejatinya tidak bisa terpisahkan, yakni masyarakat harus memberikan kontribusi baik tenaga, pikiran, saran, masukan, kepada pemerintah agar berjalan dengan baik.

Dengan memahami permasalahan yang dihadapi masyarakat desa terpencil, utamanya permasalahan penerangan (listrik) dan infrastruktur jalan, Pemkab Pekalongan, bisa segera menuntaskan persoalan tersebut.

“Pokoknya kalau bupati bersama jajarannya sudah datang ke sini, hal-hal yang menyangkut pembangunan desa akan kita tuntaskan, sehingga tidak ada lagi kesenjangan,” kata Asip.

Pada kesempatan Sonjo Deso kali ini,  Asip Kholbihi juga menyerahkan banyak bantuan, antara lain bantuan modal kepada 10 warga tidak mampu masing-masing Rp 2 juta. Memberikan santunan kematian dan akta kematian kepada 5 ahli waris masing-masing sebesar Rp 1 juta, menyerahkan Kartu Kajen Cerdas bagi anak-anak SD (4 anak, masing-masing Rp 450 ribu), SMP/MTs (2 anak, masing-masing Rp 750ribu), dan SMA (2 anak, masing-masing Rp 1 juta), serta beasiswa bagi 5 anak masing-masing Rp 5 juta. Serta menggelar pengoabatan gratis untuk warga Dukuh Pakuluran. (thd/adv/zal)