Mengatasi Kebuntuan Mental saat Ujian

276
Oleh : Agus Supriyo
Oleh : Agus Supriyo

RADARSEMARANG.COM – Beberapa minggu ini, para anak didik dihadapkan pada ujian akhir, baik ujian akhir sekolah maupun ujian akhir nasional. Kadang kita merasa telah mempersiapkan dengan memberikan materi ajar, latihan soal, dan nutrisi, padahal tidak cukup. Ada hal yang tidak kalah penting yaitu persiapan mental.

Persiapan mental penting untuk mengatasi kebuntuan mental (mental block). Kebuntuan mental dapat menyebabkan seseorang pada situasi yang sangat berbahaya. Situasi ketika seseorang berada pada situasi stuck. Hal ini akan menghalangi seseorang untuk berjuang dan meraih sesuatu yang diinginkan.

Gejala awal seseorang mengalami kebuntuan mental dapat diamati melalui fisik seperti tangan gemetar, keringat dingin, meremas-remas tangan, dan tidak fokus. Gejala tersebut muncul ketika seseorang sedang menghadapi tugas-tugas sulit, seperti ujian, wawancara, negosiasi, dan presentasi.

Banyak faktor yang dapat menyebabkan seseorang mengalami kebuntuan mental. Seperti takut mengalami kegagalan, tidak menguasai permasalahan, merasa cemas yang berlebihan, dan depresi. Kebuntuan mental akan mengganggu proses berpikir dan membatasi kemampuan melakukan pekerjaan. Ketakutan dan kecemasan tidak dapat mencapai target justru mengakibatkan terjadinya kegagalan.

Lebih jauh, kebuntuan mental dapat berakibat pada penyangkalan kemampuan diri sendiri. Seseorang merasa semua usahanya pasti akan gagal walaupun belum mengusahakannya dengan maksimal. Banyak pendapat yang mengatakan bahwa seseorang tidak mungkin berhasil jika di dalam pikirannya mengatakan ia tidak perlu berhasil.

Kebuntuan mental dapat dicegah melalui usaha dari dalam dan dari luar. Dari dalam dengan introspeksi dan evaluasi diri. Introspeksi terhadap usaha yang sudah dilakukan dan evaluasi pada hasil yang sudah diraih. Perlu dipahami bahwa satu kegagalan tidak berarti gagal berikutnya. Introspeksi dan evaluasi akan mengembalikan kepercayaan diri sehingga terbangun sikap mental yang positif. Yakinkan pada diri sendiri bahwa setiap orang berhak menentukan apapun yang diinginkan.

Mengatasi kebuntuan dari luar melalui konseling dan bimbingan. Konseling dan bimbingan sesuai dengan persoalan yang dihadapi seseorang sangatlah perlu, apalagi melalui pendekatan personal. Pendekatan personal penting karena seseorang tidak ingin masalahnya diketahui banyak orang. Melalui pendekatan ini permasalahan dapat membantu penyelesaian kasus per kasus.

Keyakinan diri untuk berhasil akan mendorong seseorang untuk meraih hasil yang terbaik. Terbaik bisa jadi tidak harus selalu menjadi yang nomor satu. Terbaik artinya mencapai hasil sesuai dengan yang telah dipersiapkan dan diusahakan. Dengan memunculkan persepsi ini secara terus menerus, seseorang akan mengembangkan harapan-harapan dalam dirinya. Ia akan memelihara harapan tersebut dengan kekuatan pikirannya. Kemudian belajar mengolah semua potensi yang ada di sekitarnya untuk mewujudkan impiannya. Kemampuan dalam mengelola harapan, menuangkan pikiran, dan mengolah potensi tersebut menjadi andil besar pada kesuksesan seseorang.

Ternyata mempersiapkan anak didik dengan materi ajar, latihan soal, dan nutrisi saja tidaklah cukup. Mempersiapkan mental dalam menghadapi ujian dan menerima apapun hasilnya sangatlah penting. Persiapan mental melalui latihan melakukan hal terbaik. Latihan-latihan dengan mempertimbangkan kekuatan dan kelemahan diri, peluang, dan tantangannya. Sekaligus melatih sikap positif untuk melakukan sesuatu yang benar dengan cara yang benar untuk meraih kesuksesan. (*)

Pengajar Fisika di SMK Negeri 1 Salam