KREATIF: Moch Tarom dan miniatur robot Gundam hasil karyanya. (AFIATI TSALITSATI / JAWA POS RADAR SEMARANG)
KREATIF: Moch Tarom dan miniatur robot Gundam hasil karyanya. (AFIATI TSALITSATI / JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM – Peduli terhadap kelestarian lingkungan dapat diwujudkan dengan berbagai cara. Salah satunya  dengan pemanfaatan limbah rumah tangga seperti yang dilakukan Moch Tarom. Tangan dinginnya mampu menyulap sampah menjadi miniatur robot gundam. Seperti apa?

AFIATI TSALITSATI

TAK sedikit masyarakat yang dapat memanfaatkan bahkan menyulap sampah menjadi barang yang memiliki nilai jual. Hal inilah yang dilakukan oleh Tarom — sapaan akrab Moch Tarom– saat menunjukkan koleksi miniatur gundam dari barang bekasnya.

Di studionya, Tarom mengatakan, orang harus sadar dengan fakta jika sampah yang ada saat ini sangat banyak. Sehingga, selain membuat kerajinan secara individu, ia juga ingin mengajak masyarakat untuk dapat membuat kerajinan yang menarik seperti dirinya.

“Yang penting adalah memupuk kesadaran warga untuk mengurangi sampah dengan dibuat kerajinan semacam ini,” ungkap Tarom sembari menunjukkan miniatur gundamnya, Minggu (15/4).

Tarom yang juga seniman tato ini menjelaskan, pembuatan kerajinan yang dinamakan Recycle Art ini tak sulit. Ia dapat mengerjakan satu buah miniatur gundam dalam waktu relatif singkat, yakni empat jam. Itupun tergantung tingkat kerumitan dan ketersediaan bahan. Biasanya, Tarom mendapat bahan-bahan yang dikumpulkannya dari lingkungan sekitar.

“Barang bekas yang sudah tidak terpakai, saya cari dan saya pilah. Setelah itu, mulai proses pembuatan robot gundam. Kalau bentuk jadinya bisa sesuai dengan imajinasi masing-masing,” jelas penggerak Komunitas Akar Asem ini.

Satu unit miniatur robot gundam yang buatannya, dibanderol mulai harga Rp 50 ribu hingga Rp 200 ribu. Tak sampai di situ, Tarom juga membuka kelas workshop atau pelatihan bagi masyarakat yang ingin berkreasi.

Sebagai seniman tato, perajin miniatur robot gundam ini juga aktif di beberapa komunitas lainnya. Dia mengaku, tidak terpatok pada satu wadah saja untuk membuat kerajinan tangan.  “Rencananya dalam waktu dekat ini akan segera menggelar pameran di Semarang,” katanya. (*/aro)