Usung Tema Ekstrim, Hanya Sisakan Kap Depan

VW Kodok 1969

950
EKSTRIM : Joko Priyono sekeluarga berfoto dengan VW Kodok Tua yang dimodifikasi total dengan gaya sport. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
EKSTRIM : Joko Priyono sekeluarga berfoto dengan VW Kodok Tua yang dimodifikasi total dengan gaya sport. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM – Kreatifitas modifikator asal Semarang ternyata tidak kalah dengan luar negeri. Hasilnya pun tak bisa dipandang sebelah mata, seperti yang dilakukan Joko Priyono, pemilik rumah modifikasi Jack Blarr di Jalan Wolter Monginsidi 30, Semarang. Pria yang akrab disapa Joko ini melakukan daur ulang VW Kodok Tua dengan mengusung modifikasi bergaya ekstrim sport.

Potong body, frame dan chasis dilakukan oleh Joko hampir di semua bagian dan hanya menyisakan kap depan. Sisi tepong spatbor bagian samping kanan-kiri dan depan belakang pun dikepras habis. Sementara bagian bumper belakang pun tak luput dari las untuk dipotong dan dibuat model pikap. “Kap depan dari VW Kodok adalah ciri khas. Jadi saya pertahankan agar identitas mobil khas Eropa tetap ada, plus dengan emblem VW di kap depan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Sebelumnya Joko menggambar sketsa dan bentuk mobil. Semua body dibuat dengan manual atau custom menggunakan bahan lembaran plat besi yang tebal. Masih dari segi eskterior, mobil yang diguyur warna ungu lembayung ini memiliki spatbor depan dan belakang melengkung dan lebih lebar dari aslinya agar terlihat lebih bongsor dan simetris. ”Spatbor samping dibuat melengkung dan besar agar ban bebas bergerak bebas ketika dikemudikan di jalan raya. Body custom, bahannya plat 1,2 milimeter,” paparnya.

Masih di sisi eksterior, lampu depan pun ia buat secara custom, sama halnya yang ia lakukan pada lampu belakang berbentuk bundar. Bentuk lampu depan ini menggunakan lampu milik Honda Scoppy yang terkesan lebar. Saat membuat bagian eksterior, Joko mengaku bagian yang paling sulit adalah pembuatan spatbor. “Kalau bagian body yang lain bisa menggunakan mesin ataupun manual sesuai dengan bentuk, namun khusus spatbor saya cetak dan dibuat manual. Bahkan menggunakan cetakan pohon agar melengkung sempurna di kedua bagian depan dan belakang,” tuturnya.

Body mobil bagian belakang, pasca dipotong, dibuat menjadi bak pikap dengan tutup bermaterial besi dan fiber untuk ruangan sound system dan entertainment. Pemasangan aksen lampu LED membuat kesan mewah semakin terlihat. Bagian bak belakang ini dibungkus dengan kaca tebal berwarna putih transparan yang malah membuat kesan unik. “Pintu juga tak luput dari perubahan, membukanya keatas menggunakan sistem hidrolis,” bebernya.

Ia mengaku menggunakan empat power, dua LCD, empat woofer, speaker 13 unit dan bass 5 unit. Alhasil suara yang dihasilkan ketika memutar musik begitu menggelegar dan jernih. Beralih pada bagian interior, ia menggunakan almunium bordes pada bagian lantai, jok dibuat custom dengan plat besi dengan lambang VW pada bagian belakang. “ Jok saya buat custom, dashboard dan yang lain pun custom,” ujarnya bangga.

Masuk ke sisi mesin, mobil miliknya masih menggunakan mesin asli namun telah di upgrade dengan CC yang lebih tinggi. Ke depan ia akan menambahkan turbo agar VW tersebut lebih bertenaga di jalan. Untuk sisi knalpot, ia menggunakan knalpot custom berbentuk bambu runcing. Knalpot ini diguyur krom yang membuatnya tampak kontras dengan warna dasar mobil, yakni ungu.

Sementara dari segi kaki-kaki, mobil ini menggunakan velg berukuran 20 inchi.  Bentuknya yang ekstrim membuat mobil milik Djoko ini menyabet juara penghargaan The Best Klasik dalam kontes modifikasi di Graha Padma belum lama ini. “Pengerjaan mobilnya 4 bulanan, kalau biayanya sih sampai ratusan juta. Namun saya puas dengan hasil karya ini,” pungkasnya. (den/ric)