Pemkot Selidiki Sertifikat Lima Kios Pasar Wonodri

197

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Temuan sebanyak lima kios di Pasar Wonodri Lama Jalan Wonodri Raya Kota Semarang yang memiliki dokumen sertifikat, diselidiki oleh Dinas Perdagangan Kota Semarang. Empat sertifikat merupakan Hak Milik (SHM) dan satu sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB). Belum diketahui bagaimana aset yang semula merupakan milik Pemkot Semarang, bisa muncul sertifikat di tangan warga.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto, mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti temuan sertifikat lima kios tersebut. “Kami masih melakukan penelusuran lebih jauh, apakah kios tersebut termasuk bagian dari aset Pemkot Semarang atau bukan. Aset pasar merupakan aset milik Pemkot Semarang, sehingga tidak mungkin muncul sertifikat, apalagi SHM,” katanya, kemarin.

Dikatakannya, secara kasat mata, kios tersebut termasuk bagian dari pasar yang merupakan aset milik Pemkot Semarang. Maka dari itu, pihaknya melakukan koordinasi dengan bagian hukum dan aset Pemkot Semarang untuk mengurai masalah tersebut. “Prinsipnya akan dikaji dan diselidiki agar statusnya jelas,” katanya.

Selain itu, pihaknya mengaku telah melakukan koordinasi dengan para pemilik kios. “Dalam koordinasi tersebut, para pemilik menyatakan siap dibongkar apabila Pemkot Semarang membeli kios mereka,” ujarnya.

Pasar Wonodri, kata Fajar, akan segera dilakukan pembangunan. Nantinya pasar ini dibangun tiga lantai dengan anggaran Rp 21,7 miliar. Saat ini masih dilakukan proses lelang. “Pertengahan Mei sudah ada pemenang lelang. Akhir Mei sudah mulai dikerjakan. Pengerjaan ditargetkan membutuhkan waktu 5-6 bulan,” katanya.

Dua lantai untuk menampung pedagang, dan lantai tiga untuk musala dan kantor kepala pasar. Sedangkan pedagang berjumlah 550 orang sementara direlokasi di Jalan Wonodri. “Untuk sementara terpaksa mengganggu kelancaran akses jalan, tapi setelah selesai nanti semuanya masuk ke dalam pasar,” ujarnya.  (amu/aro)