Hiburan Sexy Dancer Picu Keprihatinan

Manajemen Pantai Kartini Kecolongan

171
VULGAR: Penampilan sexy dancer saat perayaan ulang tahun salah satu komunitas motor di Pantai Kartini Jepara kemarin. (SCREENSHOOT VIDEO)
VULGAR: Penampilan sexy dancer saat perayaan ulang tahun salah satu komunitas motor di Pantai Kartini Jepara kemarin. (SCREENSHOOT VIDEO)

RADARSEMARANG.COM, JEPARA – Perayaan ulang tahun salah satu komunitas motor di Jepara disesalkan banyak pihak. Hal ini lantaran menampilkan DJ dan sexy dancer yang dinilai terlalu vulgar dan mengarah pada pornoaksi.

Kejadian bermula saat salah satu komunitas motor di Jepara tersebut, menggelar perayaan ulang tahun pertama di kompleks Pantai Kartini, Jepara, kemarin. Ada berbagai hiburan yang disiapkan untuk meramaikan acara tersebut. Mulai dari hiburan musik hingga DJ lengkap dengan sexy dancer.

Video acara ini menjadi viral di media sosial (medsos) dan grup-grup aplikasi komunikasi seperti Whatsapp kemarin. Dalam video yang berdurasi 2,07 menit itu, ada tiga penari yang hanya mengenakan bikini. Mereka turun dari panggung menuju kerumunan penonton yang didominasi laki-laki.

Para penari itu, juga melakukan gerakan-gerakan dengan disemprot air. Di akhir video yang beredar itu, memperlihatkan DJ yang juga mengenakan pakaian minim beraksi di atas panggung.

Salah satu saksi mata yang berada di lokasi kejadian, Aris mengatakan, aksi DJ dan sexy dancer tersebut ditampilkan sekitar pukul 15.00. ”Setahu saya mulai main sebelum Ashar. Durasinya cukup lama, hingga sekitar setengah jam,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin.

Dia melanjutkan, kejadian itu merupakan puncak acara perayaan ulang tahun komunitas tersebut. ”Itu puncak acaranya. Ada DJ main di atas panggung, kemudian ada tiga penari yang turun ke penonton. Saat aksi itu saya berada di sebelah panggung,” terangnya.

Aris mengaku prihatin dengan aksi tersebut. Sebab, aksi tersebut digelar di tempat terbuka dan di lokasi wisata. Jadi, aksi itu bisa dilihat para pengunjung beragam usia, termasuk anak-anak. ”Sangat miris, karena ini ada di lokasi wisata. Jadi anak-anak juga dapat melihat. Sangat tidak pantas,” ujarnya.

Terpisah, Manajer Pantai Kartini Joko Wahyu S mengakui, acara tersebut memang terjadi di Pantai Kartini. Namun, sebelumnya pihaknya tidak mengetahui akan ada pertunjukan DJ dan sexy dancer. ”Untuk izinnya hanya tertulis hiburan musik dangdut. Tidak ada keterangan lainnya,” ungkapnya.

Joko juga mengaku kaget panitia menampilkan DJ dan sexy dancer. ”Saya tidak menyangka malah seperti itu,” tuturnya.

Untuk mengantisipasi agar tidak terjadi hal serupa, Joko menyatakan, ke depan pihaknya akan lebih ketat saat memberikan izin penggunaan lokasi untuk kegiatan. ”Ini jadi catatan sendiri bagi kami, agar ke depan lebih ketat dan mengetahui lebih detail saat ada pihak yang membuat acara di Pantai Kartini. Di sini kami sifatnya hanya ketempatan,” urainya.

Beruntung pihak kepolisian cepat melakukan tindakan. Petang kemarin, pihak kepolisian telah memanggil panitia penyelenggara untuk dimintai keterangan.

Berdasarkan informasi, usai mendapat laporan adanya kegiatan tersebut, pihak kepolisian langsung membubarkan. Pihak kepolisian juga memanggil pihak terkait untuk dimintai keterangan. ”Ini kami sedang memeriksa panitia penyelenggara,” kata Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho tadi malam.

Sementara itu, Pimpinan Komisi C DPRD Jepara Sunarto menuturkan, pihaknya merasa prihatin dengan adanya kegiatan tersebut. ”Sangat disayangkan. Ini terjadi di momen Hari Jadi Jepara. Juga bertepatan dengan peringatan hari besar umat Islam, Isra Mikraj,” ujarnya.

Karena itulah, dalam waktu dekat pihaknya berencana memanggil pihak-pihak terkait. ”Meski sudah diproses pihak kepolisian, kami akan tetap memanggil pihak-pihak terkait. Penyelenggara harus bertanggung jawab. Kami tak ingin kejadian yang sama terulang lagi,”  tegasnya. (emy/lin/bas)