DIKELER : Kedua pelaku pencurian HP saat diperiksa di Polres Pekalongan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIKELER : Kedua pelaku pencurian HP saat diperiksa di Polres Pekalongan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KAJEN-Beralasan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dan terbentur banyak utang, dua warga Dukuh Luragung, Desa Luragung, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, nekat mencuri handphone milik tetangganya sendiri. Adalah Kasnadi, 39, dan Roni, 41, buruh yang bekerja di Jakarta dan pulang ke kampungnya sedianya untuk berlibur. Namun harus mendekam di tahanan Mapolres Pekalongan.

Berdasarkan pengakuannya, kedua pelaku ini sudah tujuh kali mencuri handphone di Desa Luragung dan sekitarnya. Kasnadi dan Roni, sering melakukan aksinya saat mudik ke kampung, saat pekerjaan di Jakarta sepi atau hanya untuk berlibur pulang kampung.

Kedua tersangka ditangkap Unit Reskrim Polsek Kandangserang dan Buser Satreskrim Polres Pekalongan, di rumahnya masing-masing, Rabu (11/4), sekitar pukul 21.00. Keduanya ditangkap tanpa perlawanan dan mengakui perbuatannya.

“Pengakuan sementara baru tujuh kali melakukan aksi pencurian dengan pemberatan. Alasannya mencuri untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan bayar utang,” kata Kasubag Humas Polres Pekalongan, AKP Akrom.

Menurutnya, kedua pelaku berhasil ditangkap berdasarkan laporan dua korbannya yang masih berstatus pelajar, yakni KT, 17, dan TAL,16, warga Dukuh Miriamba, Desa Luragung.

Berdasarkan laporan tersebut, polisi melakukan penyelidikan di lapangan. Akhirnya berhasil menangkap kedua pelaku, beserta barang bukti handphone Samsung J2 Prime warna hitam dan handphone Samsung J2 Prime warna emas. “Kedua pelaku ditangkap di rumahnya masing-masing, beserta barang bukti yang belum sempat dijual,” jelas AKP Akrom.

AKP Akrom mengatakan bahwa aksi pencurian dengan pemberatan tersebut, dilakukan di rumah korban Krisnanto pada Jumat (30/3) lalu, sekitar pukul 23.00. Saat itu, korban bersama temannya sedang tidur di ruang tamu dan handphone tersebut diletakkan di dekat korban. Namun, keesokan harinya sudah raib. “Pelaku diduga masuk ke dalam rumah korban melalui jendela samping kanan rumah yang posisinya terbuka,” kata AKP Akrom.

AKP Akrom juga menegaskan bahwa kedua tersangka juga berhasil membobol rumah korban pertama, keesokan malamnya kedua tersangka nekat mencuri handphone di rumah korban kedua yakni, Titi Ayu Lestari yang masih satu pedukuhan dengan korban pertama.

Modusnya sama. Saat korban tidur di ruang tamu, pelaku mengambil handphone milik korban yang diletakan tak jauh dari tubuh korban. Pelaku masuk ke dalam rumah dengan melepas pagar dapur rumah yang terbuat dari anyaman bambu. “Kedua tersangka dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara,” tegas AKP Akrom. (thd/ida)